Keluarga Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 di Palembang Menyerahkan Sampel DNA

Kompas.com - 11/01/2021, 12:44 WIB
Yusri Lanita (48) ibu kandung Indah Halimah Putri (26) saat menuju ruangan pemeriksaan tes DNA di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Senin (11/1/2021). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAYusri Lanita (48) ibu kandung Indah Halimah Putri (26) saat menuju ruangan pemeriksaan tes DNA di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Senin (11/1/2021).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Yusri Lanita (48) menyerahkan sampel DNA kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan, Senin (11/1/2021).

Yusri merupakan ibu kandung Indah Halimah Putri (26), salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang mengalami kecelakaan.

Nantinya, sampel DNA akan dicocokan dengan sampel DNA milik Halimah.

Baca juga: Polisi Sebut 3 Sampel yang Paling Akurat untuk Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air

Kepala Bidang Dokter Kesehatan (Kabiddokkes) RS Bhayangkara Palembang Kombes Pol Syamsul Bahar mengatakan, tim DVI mengambil sampel darah basah dan darah kering, serta pencocokan struktur gigi milik keluarga korban.

Seluruh data itu nantinya akan dikirim ke tim DVI Mabes Polri untuk diidentifikasi lebih lanjut.

"Data ante-mortem juga kita cocokan, hasil analisis ini sangat menentukan identifikasi korban. Di sini hanya hasil analisis, setelah itu hasilnya dikirimkan ke DVI, nanti di sana yang menentukan," kata Syamsul kepada wartawan, Senin.

Baca juga: 3 Fakta Kasus Pembunuhan Perempuan Hamil di Halaman Masjid di Medan

Syamsul menerangkan, pemeriksaan DNA merupakan data penting dalam pencocokan para korban pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).

Dalam proses pengujian sampel DNA sendiri, menurut Syamsul, memakan waktu sekitar dua pekan.

"Kami imbau untuk keluarga korban bersabar menunggu hasil tes DNA ini," ujar dia.

Adapun Indah Halimah Putri merupakan salah satu penumpang SJ 182 yang tercatat sebagai warga Dusun IV, Desa Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Sebelum kecelakaan pesawat terjadi, dirinya sempat pulang kampung sebelum dijemput suaminya bernama Muhammad Rizky Wahyudi untuk kembali ke tempat dinas suaminya di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Namun, pesawat Sriwijaya Air yang ditumpangi Halimah hilang kontak sekitar pukul 14.39 WIB.

Sebelum dipastikan jatuh, pesawat dinyatakan hilang kontak ketika baru saja lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Dana Jemaah Rp 862 Juta, Pemilik Biro Perjalanan Haji dan Umrah Ditangkap

Gelapkan Dana Jemaah Rp 862 Juta, Pemilik Biro Perjalanan Haji dan Umrah Ditangkap

Regional
Buron Sejak 2016, Terpidana Kasus Perdagangan Manusia di NTT Ditangkap

Buron Sejak 2016, Terpidana Kasus Perdagangan Manusia di NTT Ditangkap

Regional
Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana, Ada Pria Berjaket Merah Terekam CCTV Naik Tangga ke Lantai 2

Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana, Ada Pria Berjaket Merah Terekam CCTV Naik Tangga ke Lantai 2

Regional
Jadikan Punggung Sebagai Tameng Reruntuhan Saat Gempa, Sertu Palemba Lindungi Keluarga, Sang Putra Tewas

Jadikan Punggung Sebagai Tameng Reruntuhan Saat Gempa, Sertu Palemba Lindungi Keluarga, Sang Putra Tewas

Regional
Rumah Korban Tragedi Sriwijaya Air SJ 182 Dibobol Maling, Tabung Gas hingga Galon Air Raib

Rumah Korban Tragedi Sriwijaya Air SJ 182 Dibobol Maling, Tabung Gas hingga Galon Air Raib

Regional
Satgas Covid-19 Sumbar: Belum Ditemukan Ada Nakes Alami Kejadian Ikutan Pasca-imunisasi

Satgas Covid-19 Sumbar: Belum Ditemukan Ada Nakes Alami Kejadian Ikutan Pasca-imunisasi

Regional
Aktivitas Gunung Merapi, 36 Kali Guguran Lava Pijar hingga Potensi Arah Erupsi

Aktivitas Gunung Merapi, 36 Kali Guguran Lava Pijar hingga Potensi Arah Erupsi

Regional
6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

Regional
Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Regional
Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bali, Ini Faktanya

Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bali, Ini Faktanya

Regional
Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Regional
Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Regional
Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di 'Homestay' Bali

Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di "Homestay" Bali

Regional
Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Regional
Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X