Kasus Foto Calon Petahana Pilkada PALI di Bungkusan Bantuan Dilimpahkan ke Bawaslu Sumsel

Kompas.com - 20/10/2020, 06:57 WIB
Ilustrasi pilkada KOMPAS/TOTO SIHONOIlustrasi pilkada

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kasus laporan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh pasangan calon petahana di Pemilihan Bupati (Pilbub) PALI  Heri Amalindo- Soemarjono dilimpahkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan. 

Sebelumnya, pasangan nomor urut 2 itu dilaporkan oleh rival mereka yakni Devi Harianto-Darmadi lantaran diduga memasang foto di bungkusan bantuan warga terdampak Covid-19. 

Selain itu, mereka juga melaporkan sebanyak 10 poin dugaan pelanggaran pasangan Heri Amalindo-Soemarjono. Salah satunya adalah dugaan pelanggaran Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM). 

Baca juga: Diduga Pasang Foto di Bungkusan Bantuan Warga, Paslon Petahana Pilkada PALI Dilaporkan ke Bawaslu

Komisioner Bawaslu PALI Divisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga, Iwan Dedi mengatakan, mereka sebelumnya menerima laporan tersebut pada Kamis (15/10/2020) kemarin.

Setelah dilakukan verifikasi data laporan, laporan dugaan TSM itu merupakan wewenang dari Bawaslu Provinsi Sumsel.

"Ya, tidak kita lanjutkan (di PALI) karena mengacu Peraturan Bawaslu nomor 9 tahun 2020 pasal 20 dan 21," kata Iwan melalui pesan singkat, Senin (19/10/2020). 

Baca juga: Duduk Perkara Paslon Ilyas-Endang Didiskualifikasi KPU Ogan Ilir, Berawal dari Laporan Paslon Lawan

Bisa didiskualifikasi

Terpisah, Bawaslu Sumsel, Komisioner Divisi Pengawasan Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Junaidi ketika dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan tersebut. 

Hanya saja, menurut Junaidi untuk kasus dugaan TSM memang merupakan wewenang mereka.

"TSM memang wewenang Provinsi (Bawaslu Sumsel). Sejauh ini saya belum tahu laporan itu, nanti akan dicek,"kata Junaidi melalui sambungan telepon. 

Ia mengungkapkan, ketika laporan masuk, akan dilakukan registrasi laporan. Setelah itu, mereka akan memeriksa berkas laporan selama lima hari kerja. 

"Nanti dicek dulu pelanggarannya seperti apa. Bisa saja sampai diskualifikasi. Prosesnya setelah masuk ke Bawaslu 5 hari kerja," terangnya. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadikan Punggung Sebagai Tameng Reruntuhan Gempa, Sertu Palemba Lindungi Keluarga, Sang Putra Tewas

Jadikan Punggung Sebagai Tameng Reruntuhan Gempa, Sertu Palemba Lindungi Keluarga, Sang Putra Tewas

Regional
Rumah Korban Tragedi Sriwijaya Air SJ 182 Dibobol Maling, Tabung Gas hingga Galon Air Raib

Rumah Korban Tragedi Sriwijaya Air SJ 182 Dibobol Maling, Tabung Gas hingga Galon Air Raib

Regional
Satgas Covid-19 Sumbar: Belum Ditemukan Ada Nakes Alami Kejadian Ikutan Pasca-imunisasi

Satgas Covid-19 Sumbar: Belum Ditemukan Ada Nakes Alami Kejadian Ikutan Pasca-imunisasi

Regional
Aktivitas Gunung Merapi, 36 Kali Guguran Lava Pijar hingga Potensi Arah Erupsi

Aktivitas Gunung Merapi, 36 Kali Guguran Lava Pijar hingga Potensi Arah Erupsi

Regional
6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

Regional
Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Regional
Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bali, Ini Faktanya

Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bali, Ini Faktanya

Regional
Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Regional
Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Regional
Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di 'Homestay' Bali

Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di "Homestay" Bali

Regional
Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Regional
Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Regional
Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Regional
Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Regional
Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di 'Homestay', Diduga Dibunuh

Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di "Homestay", Diduga Dibunuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X