Antisipasi Unjuk Rasa, Polisi Blokade Akses Jalan ke DPRD Sumsel

Kompas.com - 12/10/2020, 12:30 WIB
Akses jalan menuju DPRD Provinsi Sumatera Selatan diblokade polisi untuk mengantisipasi kericuhan, Senin (12/10/2020). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAAkses jalan menuju DPRD Provinsi Sumatera Selatan diblokade polisi untuk mengantisipasi kericuhan, Senin (12/10/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Akses jalan menuju gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan ditutup polisi untuk mengantisipasi terjadi aksi kericuhan dari para pendemo yang melakukan penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja, Senin (12/10/2020). 

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan, pihak kepolisian berjaga di setiap pintu akses masuk ke Palembang, seperti kawasan Jakabaring, Musi 2 dan KM 12.  

Kawasan ring dua juga ditutup polisi, yakni di simpang Demang, Simpang Momea, Simpang SMA 2, Simpang Tridinanti, simpang Sekip, Simpang MCD, Simpang Charitas, Simpang PIM dan Simpang Samsat. 

Baca juga: 7 Anggota Anarko Asal Jakarta Tertangkap Saat Demo Ricuh di Palembang

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi mengatakan, pengalihan arus lalu lintas menuju gedung DPRD sebagai langkah mengantisipasi terjadinya bentrok saat massa melakukan aksi. 

Selain itu, menurut Supriadi, tiga hari selama aksi berlangsung kemarin, mereka juga banyak mendapati penyusup yang datang dan ingin menimbulkan kericuhan. 

"Ini dilakukan agar aksi unjuk rasa tidak ada penyusup dan berjalan lancar," kata Supriadi melalui sambungan telepon. 

Dijelaskan Supriadi, seluruh kendaraan yang akan masuk menuju kota Palembang juga ikut diperiksa secara ketat, baik penumpang maupun pengemudi. 

Mereka pun sebelum masuk diwawancarai tujuan dan asalnya. 

"Harus jelas tujuan mereka ke Palembang mau ke mana, setelah itu baru diizinkan. Sejauh ini rata-rata yang ke Palembang adalah pekerja," ujarnya.  

Baca juga: Demo Omnibus Law di Palembang Rusuh, Polisi Tangkap 2 Perusak Mobil

Sejauh ini, menurut Supriadi, pihaknya belum menemukan pendatang yang mencurigakan maupun barang berbahaya. 

"Sejauh ini masih aman, kami hanya mengantisipasi ada yang membawa barang berbahaya," jelasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Regional
Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Regional
BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

Regional
Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Regional
Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

Regional
Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Regional
Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Regional
Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi 'Online'

Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi "Online"

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Regional
Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Regional
Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X