Disdik Sumsel Ancam Pelajar yang Ikut Demo Ambil Paket C

Kompas.com - 10/10/2020, 10:51 WIB
Massa aksi demo penolakan pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja dan pihak kepolisian terlibat bentrok saat melakukan orasi di halaman gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (8/9/2020). KOMPAS.com/Aji YK PutraMassa aksi demo penolakan pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja dan pihak kepolisian terlibat bentrok saat melakukan orasi di halaman gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (8/9/2020).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Sebanyak 499 pelajar SMA dan SMK di Provinsi Sumatera Selatan diamankan polisi.

Mereka ditangkap saat akan mengikuti aksi unjuk rasa menolak omnibus law UU Cipta Kerja beberapa hari lalu.

Terkait dengan hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Riza Fahlevi mengaku terkejut.

Pasalnya, disaat kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan secara daring, tapi para pelajar justru memanfaatkan celah itu untuk ikut aksi unjuk rasa.

"Saya kaget ditelepon Pak Kapolres banyak pelajar yang ditangkap. Ini sangat disayangkan, mereka pakai baju sekolah turun ke jalan, padahal sekolah sedang libur," terangnya, Jumat (9/10/2020).

Baca juga: Disdik: Pelajar yang Ikut Demo Ambil Paket C Saja, Silakan Sekolah di Pinggir Sumsel

Menyikapi hal itu, ia mengancam jika ada pelajar yang ingin mengikuti demo untuk mengambil paket C dan sekolah di pinggiran.

"Kalau masih ada yang ikut (demo) ambil paket C saja. Silakan sekolah di pinggir Sumsel," katanya.

Agar kejadian serupa tidak terulang, Riza juga mengimbau para orangtua agar lebih memperhatikan lagi anak-anaknya saat beraktivitas di rumah.

Meski sempat kaget dengan ulah para pelajar itu, tapi ia mengaku bersyukur karena mereka dapat terlebih dahulu diamankan polisi sebelum ikut aksi unjuk rasa.

Baca juga: Saat Penegak Hukum Tak Paham Hukum

Sehingga, mereka bisa terhindar dari aksi anarkis yang dilakukan sejumlah pendemo yang turun ke jalan.

"Beruntung anak-anak ini diamankan lebih dulu oleh polisi sebelum ikut demo. Kalau tidak, mereka bisa jadi korban atau pelaku kerusuhan," tandasnya.

Penulis : Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor : Aprillia Ika



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Regional
Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Regional
BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

Regional
Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Regional
Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

Regional
Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Regional
Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Regional
Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi 'Online'

Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi "Online"

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Regional
Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Regional
Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X