Ribut dengan Istri karena Terlilit Utang Rp 2,5 Juta, Alasan Pria Ini Begal Taksi Online

Kompas.com - 27/06/2020, 20:31 WIB
Ilustrasi Pencurian Kendaraan Bermotor GridOto.comIlustrasi Pencurian Kendaraan Bermotor

PALEMBANG, KOMPAS.com - NS (24) dan RH (19) dua pelaku begal terhadap seorang sopir taksi online di Palembang masih diperiksa penyidik Polsek Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, NS mengaku nekat membegal sopir taksi online itu karena terlilit utang sebesar Rp 2,5 juta.

"Saya sehari-hari bekerja sebagai juru parkir, karena terdesak utang jadi saya rencanakan untuk membegal korban," kata NS saat berada di Polsek Sukarami Palembang, Sabtu (27/6/2020).

Pada malam sebelum kejadian, NS mengajak rekannya RH untuk berkeliling. Setelah itu, NS memesan taksi online menuju kawasan Talang Betutu Residence.

Baca juga: Seorang Tenaga Medis Diduga Dianiaya Keluarga Jenazah Pasien Covid-19

Tapi, NS malah menganiaya sopir taksi online itu menggunakan gunting di tengah jalan. Pelaku lalu merampas mobil korban.

"Korban melawan jadi saya tusuk, gunting itu sudah lama saya pegang," kata dia.

Korban sempat melawan dan berusaha keluar dari mobil. Tapi, NS menghalangi pintu mobil sehingga korban kesulitan kabur.

Setelah itu, NS membawa mobil itu ke arah Gasing, Kabupaten Banyuasin. Mobil yang dikendarai ternyata habis bensin dan ditinggalkan di dekat SPBU.

Polisi yang mendapatkan laporan dari rekan korban langsung menemukan mobil itu. Kedua pelaku ditangkap tanpa perlawanan.

"Saya ribut sama istri soal utang itu, jadi terpikir untuk melakukan begal. Ini baru pertama kali saya lakukan, sebelumnya tidak pernah berurusan dengan hukum," ungkap NS.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

Regional
Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Regional
Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Regional
Nekat Berkerumun di Kawasan Area Publik di Solo, Siap-siap Swab di Tempat

Nekat Berkerumun di Kawasan Area Publik di Solo, Siap-siap Swab di Tempat

Regional
Kabur Setelah 2 Kali Cabuli Anak Tirinya, Pria Ini Ditangkap di Jakarta

Kabur Setelah 2 Kali Cabuli Anak Tirinya, Pria Ini Ditangkap di Jakarta

Regional
Kasus Dugaan Prostitusi, Artis H Disebut Terima Puluhan Juta Rupiah

Kasus Dugaan Prostitusi, Artis H Disebut Terima Puluhan Juta Rupiah

Regional
BEM Malang Raya Demo ke Balai Kota Tuntut Pemotongan Biaya Kuliah

BEM Malang Raya Demo ke Balai Kota Tuntut Pemotongan Biaya Kuliah

Regional
Jadi Tersangka, Anggota DPRD Penjamin Pengambilan Jenazah Pasien Covid-19 Belum Ditahan

Jadi Tersangka, Anggota DPRD Penjamin Pengambilan Jenazah Pasien Covid-19 Belum Ditahan

Regional
Zona Hijau di Riau Tinggal Satu Kabupaten, Ini Kunci Keberhasilannya

Zona Hijau di Riau Tinggal Satu Kabupaten, Ini Kunci Keberhasilannya

Regional
Kepala Dinas P5A Surabaya Meninggal, Sempat Dinyatakan Positif Covid-19

Kepala Dinas P5A Surabaya Meninggal, Sempat Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Ditetapkan Tersangka, Anggota DPRD Makassar Penjamin Pengambilan Jenazah Covid-19 Terancam 7 Tahun Penjara

Ditetapkan Tersangka, Anggota DPRD Makassar Penjamin Pengambilan Jenazah Covid-19 Terancam 7 Tahun Penjara

Regional
Banjir di Sintang, Puluhan Rumah Rusak dan Jembatan Gantung Putus

Banjir di Sintang, Puluhan Rumah Rusak dan Jembatan Gantung Putus

Regional
Kasus Positif Covid-19 di 3 Kantor Media, Pemkot Surabaya: Kita Lakukan Tracing

Kasus Positif Covid-19 di 3 Kantor Media, Pemkot Surabaya: Kita Lakukan Tracing

Regional
Dekat dengan Semarang, 3 Kecamatan di Kendal Tinggi Kasus Covid-19

Dekat dengan Semarang, 3 Kecamatan di Kendal Tinggi Kasus Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X