Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Tolong Bantu, Pak, Saya Ingin Ketemu Anak-anak dan Merangkul Mereka"

Kompas.com - 25/06/2020, 08:06 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Rachmat, warga Palembang, Sumatera Selatan, mengaku ingin bertemu dengan ketiga anaknya yang sempat dikabarkan hilang secara misterius. Belakangan diketahui ketiga anaknya dibawa ibu mereka ke Bekasi. Rachmat dan ibu anak-anak itu sudah lama bercerai.

Rachmat mengatakan kecewa terhadap mantan istriya yang diam-diam membawa ketiga anak itu ke Bekasi.

Apalagi selama selama ini, ia yang membesarkan ketiga buah hatinya selama delapan bulan terakhir.

"Mau nengok anak, ndak masalah itu, kan anak masih sekolah, Pak. Ya, namanya kangen nggak apa buat saya, wajar. Karena sudah lama anak juga ditinggal ibunya, dia juga udah menikah lagi saat pergi," ujarnya saat dihubungi Kompas.com via telepon, Rabu (24/6/2020).

Baca juga: 3 Anak yang Hilang Secara Misterius Ternyata Ikut Ibunya ke Bekasi

Menurut Rachmat, putrinya, Nasywa Nasida Putri (15) hari ini semestinya mengikuti tes di SMA Negeri 5 setelah tamat dari SMP.

Namun, karena pergi, anaknya pun batal mengikuti tes tersebut. Ia pun berharap untuk dapat kembali berkumpul bersama ketiga anaknya.

"Anak yang besar tidak jadi ikut tes di SMA 5 hari ini, padahal sudah saya daftarkan. Anak saya juga masukkan di les bahasa Inggris di dekat rumah. Tolong bantu ya Pak di berita mengenai hal ini, insya Allah ada yang terbaik untuk anak saya. Saya ingin ketemu anak-anak saya dan merangkul mereka, Pak. Kasihan anak, Pak," ucap Rachmat.

Sebelumnya, Rachmat melaporkan kehilangan tiga anaknya ke Polres Palembang. Mereka hilang saat dia sedang pergi bekerja.

Ketiga anak itu masing-masing bernama Nasywa Nasida Putri (15), M Shofi Rizqullah (12) dan M Yahfi Rizqullah (11).

Belakangan Polres Palembang menemukan bahwa ketiga anak Rachmat dibawa oleh ibu mereka ke Bekasi sejak Senin (16/6/2020). Temuan itu berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian.

"Dari beberapa sumber tempat yang kita datangi, informasi yang kita dapat bahwa memang ketiga anaknya ini ikut dengan ibunya, bukan hilang," kata Yuwono, Rabu (24/6/2020).

Yuwono menjelaskan, mereka saat ini masih akan menyelidiki laporan Rachmat yang mengatakan bahwa ketiga anaknya tersebut hilang.

"Kita dalami terus apakah ini ada permasalahan keluarga atau apa, ini masih diselidiki," ujarnya.

Bersyukur

Rachmat ketika dikonfirmasi sangat bersyukur mendapatkan kabar anaknya ditemukan.

"Alhamdulillah sudah ketemu. Saya baru dapat kejelasan Senin kemarin dari sekolah, saya juga sudah ke PPA Polrestabes Palembang. Saya sangat bersyukur pada Allah, anak saya sudah ketemu," kata Rachmat melalui pesan singkat.

Baca juga: Cerita Sedih Rachmat, 3 Anaknya Hilang secara Misterius

Meskipun telah mengetahui ketiga anaknya tersebut bersama mantan istrinya, Rachmat mengaku masih sulit berkomunikasi secara langsung. Ia pun telah berupaya menelepon namun tak kunjung tersambung.

"Maunya saya mediasi ke KPAI. Cuma dibel (telepon) tidak konek. Alamatnya di mana? Kan sudah lama saya nggak ketemu sama ibunya anak-anak," ucanya. (AJi YK)

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com