Selama Masa Inkubasi, Mahasiswa Sumsel yang Datang dari China Diminta Tak Keluar Rumah

Kompas.com - 03/02/2020, 14:18 WIB
Tujuh mahasiswa asal Sumatera Selatan yang menempuh pendidikan di China tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sabtu (1/2/2020). Setelah tiba, mereka langsung dilakukan pemeriksaan untuk mengantisipasi masuknya virus corona. KOMPAS.COM/AJI YK PUTRATujuh mahasiswa asal Sumatera Selatan yang menempuh pendidikan di China tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sabtu (1/2/2020). Setelah tiba, mereka langsung dilakukan pemeriksaan untuk mengantisipasi masuknya virus corona.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mengimbau mahasiswa yang baru datang dari China diminta untuk tidak keluar rumah selama masa inkubasi yang berlangsung 14 hari ke depan.

Kepala Seksi Surveillance Dinas Kesehatan Sumsel Yusri mengatakan, pihaknya akan terus memantau kondisi kesehatan terhadap para mahasiswa tersebut.

Meski telah dinyatakan sehat, mereka diminta kooperatif melaporkan kondisi kesehatan setiap saat.


"Anak-anak yang datang kemarin bukan dari Wuhan yang skala besar (penyebaran virus corona). Tapi kita tetap waspada, yang datang dari domestik dan non domestik tetap kita pantau. Selama masa Inkubasi diminta tidak keluar rumah dan hindari tempat keramaian," kata Yusri, Senin (3/2/2020).

 Baca juga: Negatif Terinfeksi Virus Corona, Pasien RS Eka Hospital Cibubur Masih Dirawat

Yusri menerangkan, setelah masa inkubasi selesai selama 14 hari, para mahasiswa baru bisa dinyatakan aman dan terhindar dari virus corona.

Dikatakannya, petugas kesehatan disiapkan untuk mendatangi satu per satu kediaman mahasiswa untuk dilakukan pengecekan kesehatan secara berkala sampai masa inkubasi selesai.

"Jika tidak sempat ke sana, akan ditelepon dan ditanyakan kondisi kesehatan mereka. Kalau ada gejala sakit demam atau apa, segera melapor sehingga cepat ditangani," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Lesty Nurainy mengungkapkan, sampai saat ini belum ada obat untuk penganganan virus corona.

Meski demikian, penyebaran virus tersebut dapat dicegah dengan melakukan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan.

"Kalau kita sehat virus ini tidak menyerang kita, kita tidak tahu lagi virus ini sudah sampai dimana (penyebaran). Kalau di layanan umum diimbau pakai masker, dan cuci tangan pakai sabun," imbuh Lesty.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Penjaga Sarang Burung Walet Tewas di Tangan 10 Perampok, Anak Disandera, Istri Menahan Pintu

Kronologi Penjaga Sarang Burung Walet Tewas di Tangan 10 Perampok, Anak Disandera, Istri Menahan Pintu

Regional
Curi Ponsel Huawei P30 Pro Milik Turis, Pria di Bali Ini Ditangkap

Curi Ponsel Huawei P30 Pro Milik Turis, Pria di Bali Ini Ditangkap

Regional
Surya Paloh: Pilkada Medan, Sampai Hari Ini Bobby yang Terbaik...

Surya Paloh: Pilkada Medan, Sampai Hari Ini Bobby yang Terbaik...

Regional
Awalnya Ingin Bantu Ibu Berjualan, Agung Malah Banjir Pesanan Robot Pembuat Telur Dadar

Awalnya Ingin Bantu Ibu Berjualan, Agung Malah Banjir Pesanan Robot Pembuat Telur Dadar

Regional
Hilang 15 Hari, Kakek Ini Tewas dengan Isi Perut Hilang

Hilang 15 Hari, Kakek Ini Tewas dengan Isi Perut Hilang

Regional
Oknum Polisi hingga Sipir Lapas Malah Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional, Ini Kata Pakar

Oknum Polisi hingga Sipir Lapas Malah Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional, Ini Kata Pakar

Regional
Sejak Ada Robot Pembuat Telur Dadar, Wajah Ibu Agung Tak Perlu Didekatkan ke Wajan, Omzet Pun Meningkat

Sejak Ada Robot Pembuat Telur Dadar, Wajah Ibu Agung Tak Perlu Didekatkan ke Wajan, Omzet Pun Meningkat

Regional
Komunitas 'Sampah Cantik' Tasikmalaya Sulap Sungai Kumuh Jadi Taman Warna Warni

Komunitas "Sampah Cantik" Tasikmalaya Sulap Sungai Kumuh Jadi Taman Warna Warni

Regional
Tiga Anak di Bawah Umur Jadi Pelaku Curanmor, Satu di Antaranya Residivis

Tiga Anak di Bawah Umur Jadi Pelaku Curanmor, Satu di Antaranya Residivis

Regional
Seorang Remaja Tewas Tersambar Petir dalam Pertandingan Sepak Bola

Seorang Remaja Tewas Tersambar Petir dalam Pertandingan Sepak Bola

Regional
Pagi Ini di Tol Cipularang Diberlakukan Pemisahaan Lajur Mulai KM 118+800 hingga KM 118+500

Pagi Ini di Tol Cipularang Diberlakukan Pemisahaan Lajur Mulai KM 118+800 hingga KM 118+500

Regional
'Sekarang Hanya Doa yang Bisa Pecahkan Masalah Air di Batam'

"Sekarang Hanya Doa yang Bisa Pecahkan Masalah Air di Batam"

Regional
Terbukti Nikahi Siri Istri Orang Komandan TNI di Medan Divonis 8 Bulan Penjara, Pelapor Kecewa

Terbukti Nikahi Siri Istri Orang Komandan TNI di Medan Divonis 8 Bulan Penjara, Pelapor Kecewa

Regional
Sabu 8,5 Kg dari Malaysia Dikirim Melalui Lion Parcel ke Batam, Dicegat di Babel

Sabu 8,5 Kg dari Malaysia Dikirim Melalui Lion Parcel ke Batam, Dicegat di Babel

Regional
Luwu Utara Anggarkan Rp 11 Miliar untuk Perbaiki Jalan Patila-Munte

Luwu Utara Anggarkan Rp 11 Miliar untuk Perbaiki Jalan Patila-Munte

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X