2 Perompak yang Sandera 8 Kapal Batu Bara di Sungai Musi Ditangkap, Mengaku Diutus Kepala Desa

Kompas.com - 08/01/2020, 15:36 WIB
Ilustrasi thawornnurakIlustrasi

PALEMBANG, KOMPAS.com - Dua perompak kapal yang sering beraksi di kawasan perairan Sungai Musi ditangkap oleh Direktorat Polair (Dtipolair) Polda Sumatera Selatan, lantaran menyandera sejumlah kapal pengangkut batu bara.

Kedua pelaku tersebut yakni Amri (44) dan Hendi Sofyan (46) yang ditangkap petugas di perairan Sungai Musi tepatnya di desa Tanjung Durian, Kabupaten Musi Banyuasin.

Direktur Ditpolair Polda Sumsel, Kombes Pol Imam Thabroni mengatakan, sebanyak lima tugboat dan tiga kapal tongkang pengangkut batu bara disandera oleh kedua pelaku.

Baca juga: Tongkang Batu Bara Tabrak Jembatan Mahakam

Sandera kapal pengangkut batu bara dan minta tebusan

Mulanya, tugboat dengan nama lambung Beni Putra yang sedang menarik tongkang Makmur Jaya dari Palembang menuju perairan Desan Keban dibajak kedua pelaku, pada Sabtu (28/12/2019)

Kemudian, kedua perompak meminta perusahaan batu bara pemilik kapal itu untuk datang menemui mereka. Namun, permintaan tersebut tak ditanggapi.

Lalu, pada Minggu (29/12/2019), tugboat merk Petaling yang sedang menarik tongkang LEO dari perusahaan yang sama kembali melintasi perairan tersebut dan ikut ditahan kedua pelaku.

"Pihak perusahaan akhirnya membuat laporan ke kita sehingga penyelidikan langsung dilakukan," kata Imam Thabroni, saat gelar perkara di Polda Sumsel, Rabu (8/12/2020).

Baca juga: Protes, Warga Gelar Upacara di Tepi Lubang Bekas Tambang Batu Bara

Dipancing keluar, lalu ditangkap

Imam melanjutkan, pihak perusahaan bersama penyidik akhirnya memancing tersangka dengan berjanjian bertemu untuk memberikan uang di sebuah rumah makan di Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Muba.

Setelah datang, keduanya langsung ditangkap petugas dan dimintai keterangan atas aksinya tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku nekat membajak kapal penangkut batubara karena ingin meminta tarif rertribusi.

Menurut pengakuan keduanya, banyak jaring yang rusak akibat kapal-kapal pengangkut batu bara tersebut lewat di wilayah mereka.

Baca juga: Dikepung Tambang Batu Bara, SD Filial di Samarinda Miliki 17 Siswa dan 2 Guru

Mengaku diperintah kepala desa

"Kedua pelaku ini mengaku diperintah oleh Kepala Desa setempat," ujar Imam. 

"Karena banyak jaring ikan dan jamban milik warga desa  Desa Tanjung Durian rusak. Namun, kita akan menyelidiki kasus ini, apakah ada keterlibatan orang lain."

Atas perbuatannya tersebut, kedua pelaku diancam dengan pasal 441 KUHP Jo pasal 55 KUHP atau pasal 368 Jo pasal 55 KUHP dan pasal 2 ayat 1 UU RI No 12 tahun 1951 tentang pembajakan di sungai atau pemerasan dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

"Lima unit tugboat dan tiga tongkang pengangkut batu bara telah dibawa petugas sebagai barang bukti. Kita juga dapatkan sejumlah uang diduga hasil pemerasan, serta senjata tajam," kata Imam.

Baca juga: Tongkang Batu Bara Jebol di Perairan Kalimantan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Regional
Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Regional
Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Regional
Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Regional
Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Regional
Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Regional
25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

Regional
Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Regional
Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Regional
Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Regional
Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
Marthen Tenggelam Saat Mencari Ikan di Muara, sang Istri yang Menyaksikan Histeris

Marthen Tenggelam Saat Mencari Ikan di Muara, sang Istri yang Menyaksikan Histeris

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Ini Faktanya

Arisan RT Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Ini Faktanya

Regional
Penipu Bermodus Penggandaan Uang Ini Punya Bermacam Trik untuk Kelabuhi Korbannya

Penipu Bermodus Penggandaan Uang Ini Punya Bermacam Trik untuk Kelabuhi Korbannya

Regional
47 Warga Terjaring Operasi Yustisi di Probolinggo, Kena Denda hingga Rp 50.000

47 Warga Terjaring Operasi Yustisi di Probolinggo, Kena Denda hingga Rp 50.000

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X