Kuasa Hukum: Bupati Muara Enim Ditangkap untuk Jegal Firli Jadi Ketua KPK

Kompas.com - 08/01/2020, 08:18 WIB
Kuasa Hukum Ahmad Yani, Maqdir Ismail memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Klas 1A Palembang, dengan agenda nota keberatan atau eksepsi, terhadap terdakwa Bupati Muara Enim non aktif Ahmad Yani, Selasa (7/1/2019). KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRAKuasa Hukum Ahmad Yani, Maqdir Ismail memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Klas 1A Palembang, dengan agenda nota keberatan atau eksepsi, terhadap terdakwa Bupati Muara Enim non aktif Ahmad Yani, Selasa (7/1/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Nama ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri disebut dalam sidang suap proyek pembangunan jalan yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Selasa (7/1/2020).

Dalam sidang dengan agenda eksepsi tersebut, Ahmad Yani disebut sebagai "tumbal" atas kasus perserteruan antara Firli Bahuri dengan tiga mantan pimpinan KPK, yakni Agus Rahardjo, Laode Muhammad Syarif dan Saut Situmorang.

Kuasa Hukum Ahmad Yani, Maqdir Ismail menjelaskan, kasus yang menimpa kliennya tersebut sebagai bentuk upaya penjegalan Firli sebagai ketua KPK.

Maqdir mengungkapkan, berdasarkan penyadapan yang dilakukan KPK, saksi Robi Okta Fahlevi (kontraktor penyuap Bupati Muara Enim) dan Elfin MZ Muchtar (kabid Pembangunan Jalan Dinas PUPR Muara Enim) sempat berusaha menyuap Firli yang saat itu menjabat sebagai kapolda Sumatera Selatan sebesar Rp 500 juta dengan pencahan 35.000 dolar AS, pada 31 Agustus 2019.

Baca juga: Nama Ketua KPK Firli Bahuri Disebut di Sidang Dugaan Suap Bupati Muara Enim

Namun pemberian itu ditolak oleh keponakan kapolda Sumsel bernama Erlan.

Pada hari yang sama, diketahui Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani akan menemui kapolda Sumsel dalam agenda silaturahmi.

"Harusnya KPK memberitahu ke Kapolri, ada kapolda (Sumsel) diduga akan menerima uang, atau paling tidak ada orang yang akan melakukan itu (suap). Tapi itu tidak dilakukan (KPK). Bahkan juga tidak dikonfirmasi ke Firli juga. Apalagi ada perseteruan antara Firli dengan pimpinan KPK lama. Semestinya mereka legowo salah satu rekan mereka jadi ketua KPK. Bisa jadi klien kita tumbal untuk menjatuhkan Firli itu jalan salah satunya," kata Maqdir seusai sidang.

Diungkapkan Maqdir, penyadapan yang dilakukan KPK kepada Elfin semakin intensif saat mendengar nama Firli dalam perbincangan tersebut.

Elfin meminta kepada Robi untuk menyiapkan uang pecahan dolar AS sebelum Bupati Muara Enim bertemu dengan kapolda Sumsel yang saat itu dijabat oleh Firli Bahuri.

"Kita lihat di keterangan BAP tegas betul, penyadapan dilakukan sesudah Robi bicara dengan Elfin mengenai rencana pemberian uang ke Kapolda pukul 10.00 WIB. Sementara Bupati belum ketemu Kapolda, baru malam harinya (bertemu). Elfin mencari jalan menemui keponakan Kapolda dengan cara menghubungi ajudan. Perjalanan ini sepatutnya karena ada kerja sama dengan Kapolri dan jaksa. Harusnya KPK memberitahu ke Kapolri," ujarnya.

Ahmad Yani pun, menurut Maqdir, tidak pernah merencanakan untuk menyuap Firli. Namun, upaya itu atas inisiatif dari saksi Elfin selaku kabid Pembangunan Jalan Dinas PUPR Muara Enim.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Regional
Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Regional
Faktor Umur, Neneng, Gajah Berusia 55 Tahun di Kebun Binatang Medan Mati

Faktor Umur, Neneng, Gajah Berusia 55 Tahun di Kebun Binatang Medan Mati

Regional
18 TKI Ilegal Gagal ke Malaysia Akibat Kapalnya Tenggelam, 9 Orang Masih Dicari

18 TKI Ilegal Gagal ke Malaysia Akibat Kapalnya Tenggelam, 9 Orang Masih Dicari

Regional
2 Hari Diguyur Hujan Deras, Kabupaten Lahat dan Empat Lawang Diterjang Banjir dan Longsor

2 Hari Diguyur Hujan Deras, Kabupaten Lahat dan Empat Lawang Diterjang Banjir dan Longsor

Regional
Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Selama 2 Tahun, Ini Alasannya Baru Terungkap

Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Selama 2 Tahun, Ini Alasannya Baru Terungkap

Regional
Keraton Agung Sejagat dan Pentingnya Critical Thinking

Keraton Agung Sejagat dan Pentingnya Critical Thinking

Regional
Kurangi Angka Kebutaan akibat Katarak, Dompet Dhuafa Selenggarakan Operasi Gratis

Kurangi Angka Kebutaan akibat Katarak, Dompet Dhuafa Selenggarakan Operasi Gratis

Regional
Tak Ada Bukti Curi Helm, Pria Linglung di Bali Tewas Dikeroyok Warga

Tak Ada Bukti Curi Helm, Pria Linglung di Bali Tewas Dikeroyok Warga

Regional
Sempat Melepas Baju Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Pelaku Bantah Lakukan Pencabulan

Sempat Melepas Baju Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Pelaku Bantah Lakukan Pencabulan

Regional
15 Mahasiswa Aceh Terisolasi karena Virus Corona, Plt Gubernur: Tak Ada yang Terpapar

15 Mahasiswa Aceh Terisolasi karena Virus Corona, Plt Gubernur: Tak Ada yang Terpapar

Regional
Rakit Senjata di Asrama dan Kirim 3.000 Amunisi ke Tangerang, Pria Makassar Ditangkap

Rakit Senjata di Asrama dan Kirim 3.000 Amunisi ke Tangerang, Pria Makassar Ditangkap

Regional
Sebelum Bunuh Pelajar SMA Bengkulu, Sopir Angkot Ikat dan Titipkan Korban di Rumah Kenalan

Sebelum Bunuh Pelajar SMA Bengkulu, Sopir Angkot Ikat dan Titipkan Korban di Rumah Kenalan

Regional
Setelah Bunuh Pelajar SMA di Bengkulu, Sopir Angkot Sempat Makan dan Ngopi Santai

Setelah Bunuh Pelajar SMA di Bengkulu, Sopir Angkot Sempat Makan dan Ngopi Santai

Regional
Dompet Dhuafa Targetkan 1.000 Huntap Srikandi untuk Korban Gempa Sigi

Dompet Dhuafa Targetkan 1.000 Huntap Srikandi untuk Korban Gempa Sigi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X