Keluarga PNS yang Dibunuh dan Dicor Minta Pelaku Dihukum Mati

Kompas.com - 02/12/2019, 19:38 WIB
Penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel menggelar rekontruksi pembunuhan PNS Kementerian PU Apriyanita di TPU Kandang Kawat, Palembang. Pelaku utama yakni Yudi Tama Redianto memperagakan 63 adegan sebelum menghabisi nyawa korban, Senin (2/12/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAPenyidik Ditreskrimum Polda Sumsel menggelar rekontruksi pembunuhan PNS Kementerian PU Apriyanita di TPU Kandang Kawat, Palembang. Pelaku utama yakni Yudi Tama Redianto memperagakan 63 adegan sebelum menghabisi nyawa korban, Senin (2/12/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan telah menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan serta pengecoran terhadap Apriyanita (50), PNS Kementerian PU yang dilakukan Yudi Redianto (50) dan Ilyas (26).

Selama rekonstruksi berlangsung, pihak keluarga korban hadir menyaksikan 63 adegan yang diperagakan oleh Yudi, mulai dari menjemput korban di kediaman, sampai eksekusi di dalam mobil yang dilakukan oleh Ilyas, serta dua rekannya yang buron yakni Amir dan Aci alias Nopi.

Baca juga: Kasus Pembunuhan PNS Kementerian PU yang Dibunuh dan Dicor, Polisi Sebar Foto 2 Tersangka Buron ke Semua Polda

Herianto (55) kakak kandung korban mengaku puas dengan upaya kepolisian membongkar kasus tersebut.

Ia meminta Yudi dihukum setimpal atas perbuatan keji telah menghilangkan nyawa adiknya tersebut.

"Kami minta pelaku dihukum mati, karena adik saya dibunuh secara sadis," tegas Herianto, usai rekontruksi, Senin (2/12/2019).

Sebelum menghilang, Apriyanita dijemput oleh pelaku dari rumah untuk dibawa Yudi menuju ke kantor korban.

Di tengah jalan, korban menagih utang kepada pelaku sebesar Rp 145 Juta untuk pembelian mobil lelang di Jakarta.

Baca juga: Pembunuhan PNS Kementerian PU, Pelaku Hubungi Istri untuk Tunjukkan Lokasi Jenazah Dicor

 

Namun, karena tak memiliki uang, Yudi lantas merencanakan pembunuhan dengan menyewa tiga orang yakni, Nopi, Ilyas dan Amir yang diupah Rp 15 Juta.

 

Usai membunuh korban dengan cara dijerat, jenazah Apriyanita akhirnya dikuburkan oleh Amir dan Nopi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat Palembang secara diam-diam.

Mengantisipasi aksinya diketahui warga, Amir dan Nopi mengecor tubuh korban dengan semen.

Keluarga Apriyanita mulai cemas, setelah korban tak kunjung pulang.

 

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pilu Bayi Tsamara, Digigit Kutu Kucing Saat 4 Bulan, Meninggal Dunia di Usia 1 Tahun

Kisah Pilu Bayi Tsamara, Digigit Kutu Kucing Saat 4 Bulan, Meninggal Dunia di Usia 1 Tahun

Regional
Fokus Tuntaskan Wabah Virus Corona, Bali Belum Berencana Buka Pariwisata

Fokus Tuntaskan Wabah Virus Corona, Bali Belum Berencana Buka Pariwisata

Regional
Delapan Polisi yang Pukuli Warga dengan Rotan karena Tak Pakai Masker Ditahan

Delapan Polisi yang Pukuli Warga dengan Rotan karena Tak Pakai Masker Ditahan

Regional
Kesulitan Jawab Soal Matematika, Wayan Arta 3 Kali Gagal Lolos Program Kartu Pra-Kerja: Daftarnya Susah

Kesulitan Jawab Soal Matematika, Wayan Arta 3 Kali Gagal Lolos Program Kartu Pra-Kerja: Daftarnya Susah

Regional
KPU Solo Tunggu Perubahan PKPU untuk Lanjutkan Tahapan Pilkada Serentak 2020

KPU Solo Tunggu Perubahan PKPU untuk Lanjutkan Tahapan Pilkada Serentak 2020

Regional
Viral Video Komodo Masuk ke Sekolah, Warga Sebut Ingin Cari Makan

Viral Video Komodo Masuk ke Sekolah, Warga Sebut Ingin Cari Makan

Regional
Sebuah Minimarket di Bandung Dibobol Maling, Uang Puluhan Juta Hilang

Sebuah Minimarket di Bandung Dibobol Maling, Uang Puluhan Juta Hilang

Regional
Tambah 3 Orang Positif Covid-19 di Garut, Satu Desa Dikarantina, Satu Kecamatan PSBB

Tambah 3 Orang Positif Covid-19 di Garut, Satu Desa Dikarantina, Satu Kecamatan PSBB

Regional
Lebaran di Kepri Saat Pandemi Covid-19, Konsumsi BBM Turun dan Penyaluran Elpiji Naik

Lebaran di Kepri Saat Pandemi Covid-19, Konsumsi BBM Turun dan Penyaluran Elpiji Naik

Regional
Viral, Video Polisi Pukuli Bokong Warga Tak Pakai Masker dengan Rotan, Mirip di India

Viral, Video Polisi Pukuli Bokong Warga Tak Pakai Masker dengan Rotan, Mirip di India

Regional
Kecanduan Game Online, Pemuda di Kebumen Curi Gabah Setiap Ingin ke Warnet

Kecanduan Game Online, Pemuda di Kebumen Curi Gabah Setiap Ingin ke Warnet

Regional
Guru Mengaji Pelaku Pencabulan Anak Ditangkap

Guru Mengaji Pelaku Pencabulan Anak Ditangkap

Regional
Duduk Perkara Kepala Dusun Ancam Ratusan Warga, Bermula dari Upah Proyek Bronjong

Duduk Perkara Kepala Dusun Ancam Ratusan Warga, Bermula dari Upah Proyek Bronjong

Regional
Soal Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Pemkot: Kami Berusaha Tak Terjadi, Siapa yang Inginkan Itu

Soal Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Pemkot: Kami Berusaha Tak Terjadi, Siapa yang Inginkan Itu

Regional
Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR RI, Giliran Bupati Agam Diperiksa Polisi

Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR RI, Giliran Bupati Agam Diperiksa Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X