Kasus Pembunuhan PNS Kementerian PU yang Dibunuh dan Dicor, Polisi Sebar Foto 2 Tersangka Buron ke Semua Polda

Kompas.com - 02/12/2019, 18:18 WIB
Yudi Tama Redianto (50) pelaku pembunuhan PNS Kementerian Pu Aprianita (50) saat sedang melakukan rekontruksi di kediaman korban. Pelaksanaan rekontruksi pun dijaga ketat oleh piham kepolisjan untuk menghindari amukan keluarga korban, Senin (2/12/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAYudi Tama Redianto (50) pelaku pembunuhan PNS Kementerian Pu Aprianita (50) saat sedang melakukan rekontruksi di kediaman korban. Pelaksanaan rekontruksi pun dijaga ketat oleh piham kepolisjan untuk menghindari amukan keluarga korban, Senin (2/12/2019).

KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) masih melakukan pengejaran terhadap Nopi dan Amir, dua pelaku pembunuhan Apriyanita (50), PNS Kementerian PU yang jasadnya dikubur dan dicor di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat, Jumat (25/10/2019).

Bahkan, untuk mempersempit ruang gerak kedua pelaku, polisi pun sudah menyebar foto pelaku ke semua polda.

"Semua polda sudah kami sebar foto dua tersangka untuk mempersempit ruang gerak mereka. Kami imbau lebih baik menyerahkan diri karena akan kami cari sampai dapat," kata Direskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpiani, saat menggelar rekonstruksi di TPU Kandang Kawat, Palembang, Senin (2/12/2019).

Baca juga: Pembunuhan PNS Kementerian PU, Pelaku Hubungi Istri untuk Tunjukkan Lokasi Jenazah Dicor

Sementara itu, atas perbuatannya, Yudi dan Ilyas dikenakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, dengan hukuman maksimal hukuman mati.

Sebab, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan polisi, pembunuhan itu telah direncanakan tersangka Yudi secara matang.

"Sampai pelaksanaan eksekusi, sampai menguburkan korban di TPU Kandang Kawat. Semuanya sudah direncanakan tersangka," ujarnya.

Baca juga: Rekonstruksi PNS yang Dibunuh dan Dicor, Keluarga Korban Tonjok Pelaku

Diberitakan sebelumnya, setelah dilaporkan menghilang dan menjadi korban penculikan selama 17 hari, Apriyanita yang bekerja di Balai Besar Jalan dan Jembatan wilayah V Satker Metropolis Palembang ditemukan tewas mengenaskan dengan tubuh dicor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu terungkap saat pihak keluarga korban membuat laporan polisi mengenai dugaan penculikan.

Setelah mendapatkan laporan itu, polisi lalu melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi.

Baca juga: Tukang Gali Kubur yang Cor Jenazah PNS Kementerian PU Pernah Ditahan di Lapas Nusakambangan

Setelah mendapatkan petunjuk, polisi melakukan penggalian di TPU Kandang Kawat, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.

Jenazah Apriyanita pun akhirnya ditemukan di TPU tersebut dengan kondisi dicor di samping makam.

Seusai penemuan tersebut, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum.

 

(Penulis: Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor: David Oliver Purba)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Pemkot: Kami Berusaha Tak Terjadi, Siapa yang Inginkan Itu

Soal Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Pemkot: Kami Berusaha Tak Terjadi, Siapa yang Inginkan Itu

Regional
Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR RI, Giliran Bupati Agam Diperiksa Polisi

Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR RI, Giliran Bupati Agam Diperiksa Polisi

Regional
Kronologi Terbongkarnya Pemerkosaan Gadis 18 Tahun oleh 5 Pemuda, Berawal dari Video yang Menyebar di WhatsApp

Kronologi Terbongkarnya Pemerkosaan Gadis 18 Tahun oleh 5 Pemuda, Berawal dari Video yang Menyebar di WhatsApp

Regional
Curhat Pasien Positif Corona 30 Hari di Ruang Isolasi, Tidak Ada Air Putih hingga Tak Terkena Matahari

Curhat Pasien Positif Corona 30 Hari di Ruang Isolasi, Tidak Ada Air Putih hingga Tak Terkena Matahari

Regional
Hingga 28 Mei, Karawang Lakukan 8.000 Rapid Test dan 756 Tes Swab

Hingga 28 Mei, Karawang Lakukan 8.000 Rapid Test dan 756 Tes Swab

Regional
Kesal Diputus, Mahasiswa di Banyumas Sebar Foto Bugil Mantan Pacarnya

Kesal Diputus, Mahasiswa di Banyumas Sebar Foto Bugil Mantan Pacarnya

Regional
50.873 Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Rp 1,8 Juta

50.873 Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Rp 1,8 Juta

Regional
Wali Kota Beri Kelonggaran, Hari Ini Masjid Agung Batam Gelar Shalat Jumat Berjemaah

Wali Kota Beri Kelonggaran, Hari Ini Masjid Agung Batam Gelar Shalat Jumat Berjemaah

Regional
ASN Akan Jadi yang Pertama Menerapkan New Normal di Kepri

ASN Akan Jadi yang Pertama Menerapkan New Normal di Kepri

Regional
Selundupkan 25 Paket Kantong Semar ke Taiwan, Dua Pria Ini Ditangkap

Selundupkan 25 Paket Kantong Semar ke Taiwan, Dua Pria Ini Ditangkap

Regional
Polres Cianjur Tangkap Pegawai Swasta yang Hina  Jokowi soal Status Kelulusan di UGM

Polres Cianjur Tangkap Pegawai Swasta yang Hina Jokowi soal Status Kelulusan di UGM

Regional
Ruslan Buton Pecatan TNI yang Minta Jokowi Mundur di Tengah Pandemi Ditangkap Polisi

Ruslan Buton Pecatan TNI yang Minta Jokowi Mundur di Tengah Pandemi Ditangkap Polisi

Regional
Cerita Penjual Gudeg di Yogyakarta Jualan Saat Pandemi, Tetap Laris karena Gunakan 'Face Shield'

Cerita Penjual Gudeg di Yogyakarta Jualan Saat Pandemi, Tetap Laris karena Gunakan "Face Shield"

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19, Warga 2 Kecamatan Saling Tutup Jalan, Hampir Adu Jotos

Gara-gara Pasien Covid-19, Warga 2 Kecamatan Saling Tutup Jalan, Hampir Adu Jotos

Regional
Perkosa Sepupunya yang Masih 15 Tahun, Pria di Makassar Ditangkap

Perkosa Sepupunya yang Masih 15 Tahun, Pria di Makassar Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X