Tertangkap Buat SIM dan STNK Palsu, Oknum PNS Samsat Ini Mengaku Untung Rp 700.000

Kompas.com - 29/11/2019, 07:10 WIB
Tersangka Riki Fitriadi (33) PNS Samsat Palembang yang ditangkap akibat mendaur ulang SIM dan STNK kadaluarsa. ISTIMEWATersangka Riki Fitriadi (33) PNS Samsat Palembang yang ditangkap akibat mendaur ulang SIM dan STNK kadaluarsa.

KOMPAS.com - Polda Sumatera Selatan berhasil mengungkap RF (33), tersangka pembuat Surat Ijin Mengemudi ( SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK) palsu alias bodong.

RF diketahui adalah seorang oknum PNS yang bekerja di Samsat Palembang. Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyrakat (Kabid Humas) Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, pelaku mendaur ulang STNK dan SIM yang telah kadaluwarsa untuk diperjual belikan.

Berdasar hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku telah melakukan praktek ilegal itu selama tiga bulan dan mendapat keuntungan Rp 700.000. 

"Pengakuannya telah tiga bulan melakukan ini (pemalsuan)," kata Supriadi, Kamis (28/11/2019).

Modus pelaku

Seperti diketahui, polisi menangkap RF saat berada di Jalan Macan Kumbang, 7 kawasan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang.  Polisi lalu segera menggelandang pelaku untuk dimintai keterangan.

Supriadi menerangkan, modus yang digunakan RF adalah dengan memudarkan STNK dengan cara merendamnya.

Baca juga: Daur Ulang STNK dan SIM Kadaluwarsa, Oknum PNS Samsat Ditangkap

Setelah itu, RF mengambil hologram yang ada di sana. Hologram tersebut kembali ditempelkan ke STNK palsu yang telah dicetak oleh pelaku.

"Sehingga, dengan hologram ini, seakan-akan STNK asli padahal tidak. Dia mendaur ulang STNK yang telah kadaluwarsa untuk dijual lagi," ujar dia.

Dari penangkapan pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti berupa 29 lembar STNK mobil dan 16 STNK motor yang telah habis masa berlaku, sembilan lembar SIM B1 dan C palsu, serta lima STNK mobil palsu dan enam STNK palsu. 

Sementara itu, terungkapnya kasus SIM dan STNK bodong dengan pelaku salah satu oknum PNS Samsat, mendapat sorotan dari Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Dwi Asmoro.  Ia pun meminta kepada penyidik untuk memberikan sanksi hukum yang tegas.

"Oknum tersebut sengaja melakukan pemalsuan STNK pastinya harus berhadapan dengan proses hukum. Tindakan tersebut sudah merugikan pemasukan negara lantaran uang yang disetor ke oknum tersebut tidak disetorkan ke kas negara. Masyarakat juga jangan membayar pajak melalui calo," imbuh dia.

(Penulis: Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor: Robertus Belarminus)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Beri Kelonggaran, Hari ini Masjid Agung Batam Gelar Shalat Jumat Berjamaah

Wali Kota Beri Kelonggaran, Hari ini Masjid Agung Batam Gelar Shalat Jumat Berjamaah

Regional
ASN Akan Jadi yang Pertama Menerapkan New Normal di Kepri

ASN Akan Jadi yang Pertama Menerapkan New Normal di Kepri

Regional
Selundupkan 25 Paket Kantong Semar ke Taiwan, Dua Pria Ini Ditangkap

Selundupkan 25 Paket Kantong Semar ke Taiwan, Dua Pria Ini Ditangkap

Regional
Polres Cianjur Tangkap Pegawai Swasta yang Hina  Jokowi soal Status Kelulusan di UGM

Polres Cianjur Tangkap Pegawai Swasta yang Hina Jokowi soal Status Kelulusan di UGM

Regional
Ruslan Buton Pecatan TNI yang Minta Jokowi Mundur di Tengah Pandemi Ditangkap Polisi

Ruslan Buton Pecatan TNI yang Minta Jokowi Mundur di Tengah Pandemi Ditangkap Polisi

Regional
Cerita Penjual Gudeg di Yogyakarta Jualan Saat Pandemi, Tetap Laris karena Gunakan 'Face Shield'

Cerita Penjual Gudeg di Yogyakarta Jualan Saat Pandemi, Tetap Laris karena Gunakan "Face Shield"

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19, Warga 2 Kecamatan Saling Tutup Jalan, Hampir Adu Jotos

Gara-gara Pasien Covid-19, Warga 2 Kecamatan Saling Tutup Jalan, Hampir Adu Jotos

Regional
Perkosa Sepupunya yang Masih 15 Tahun, Pria di Makassar Ditangkap

Perkosa Sepupunya yang Masih 15 Tahun, Pria di Makassar Ditangkap

Regional
 PPDB Sekolah di Kota Bekasi Dibuka 15 Juni, Pendaftarannya 100 Persen Secara Online

PPDB Sekolah di Kota Bekasi Dibuka 15 Juni, Pendaftarannya 100 Persen Secara Online

Regional
Langgar Aturan, Dinas LHK Bengkulu Telusuri Aktivitas Pemburu Rusa di Hutan Lindung

Langgar Aturan, Dinas LHK Bengkulu Telusuri Aktivitas Pemburu Rusa di Hutan Lindung

Regional
Tempat Karantina Pemudik di GOR Purwokerto Segera Ditutup

Tempat Karantina Pemudik di GOR Purwokerto Segera Ditutup

Regional
Fakta Mundurnya Purnomo di Pilkada Solo, karena Alasan Pandemi

Fakta Mundurnya Purnomo di Pilkada Solo, karena Alasan Pandemi

Regional
Seorang Imam Masjid Positif Covid-19, 13 Orang Kerabat dan Tetangga Diisolasi

Seorang Imam Masjid Positif Covid-19, 13 Orang Kerabat dan Tetangga Diisolasi

Regional
Polisi Periksa ASN di Ponorogo Terkait Penerbangan Balon Udara

Polisi Periksa ASN di Ponorogo Terkait Penerbangan Balon Udara

Regional
Update Covid-19 di Bengkulu, Jumlah Pasien Positif Corona Bertambah

Update Covid-19 di Bengkulu, Jumlah Pasien Positif Corona Bertambah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X