Cekcok dengan Pacar di Tempat Biliar, Habibi Dipukul Orang Tak Dikenal

Kompas.com - 28/11/2019, 18:07 WIB
M Habibi Pratama (21) korban pemukulan pengunjung biliar saat membuat laporan di Polrestabes Palembang, Kamis (28/11/2019). Pemukulan itu dipicu saat Habibi sedang terlibat keributan dengan kekasihnya. KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAM Habibi Pratama (21) korban pemukulan pengunjung biliar saat membuat laporan di Polrestabes Palembang, Kamis (28/11/2019). Pemukulan itu dipicu saat Habibi sedang terlibat keributan dengan kekasihnya.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Seorang pemuda di Palembang, Sumatera Selatan, dilarikan ke rumah sakit lantaran menderita luka robek di kepala karena dipukul pengunjung biliar usai cekcok dengan pacarnya.

Kejadian itu diketahui setelah korban M Habibi Pratama (21) membuat laporan di Polrestabes Palembang, Kamis (28/11/2019).

Habibi menjelaskan kejadian bermula saat dirinya bersama pacar sedang bermain biliar di kawasan mall Palembang Square.

Baca juga: Kasus Penganiayaan Mahasiswa UMI, Diduga Dendam Antarkelompok hingga 3 Pelaku Dikeluarkan dari Kampus

Saat hendak menukar uang, korban terlibat adu mulut dengan kekasihnya.

Saat peristiwa itu terjadi, seseorang berusaha menegurnya untuk segera mengakhiri perselisihan itu.

"Saya bilang ke dia, ini urusan saya, jangan ikut campur. Tapi dia malah marah dan langsung memukul saya dengan balok kayu," kata Habibi.

Pemukulan itu, membuat kepala Habibi bocor hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Sementara, pelaku langsung melarikan diri usai memukul korban.

"Saya tidak kenal dengan orang itu. Karena saya kesana hanya ingin bermain biliar," ujarnya.

Baca juga: 7 Pelaku Penganiayaan Gadis 16 Tahun di NTT Diancam 10 Tahun Penjara

Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri mengatakan akibat pemukulan yang dilakukan orang tak dikenal membuat kepala di bagian belakang Habibi robek.

Dia menambahkan apabila tertangkap, pelaku penganiayaan terhadap Habibi terancam hukuman penjara maksimal 2 tahun. 

"Laporan sudah diterima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang, untuk pelakunya sendiri bila terbukti bersalah akan dikenakan hukuman penjara dua tahun delapan bulan," tutur Heri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesulitan Jawab Soal Matematika, Wayan Arta 3 Kali Gagal Lolos Program Kartu Pra-Kerja: Daftarnya Susah

Kesulitan Jawab Soal Matematika, Wayan Arta 3 Kali Gagal Lolos Program Kartu Pra-Kerja: Daftarnya Susah

Regional
KPU Solo Tunggu Perubahan PKPU untuk Lanjutkan Tahapan Pilkada Serentak 2020

KPU Solo Tunggu Perubahan PKPU untuk Lanjutkan Tahapan Pilkada Serentak 2020

Regional
Viral Video Komodo Masuk ke Sekolah, Warga Sebut Ingin Cari Makan

Viral Video Komodo Masuk ke Sekolah, Warga Sebut Ingin Cari Makan

Regional
Sebuah Minimarket di Bandung Dibobol Maling, Uang Puluhan Juta Hilang

Sebuah Minimarket di Bandung Dibobol Maling, Uang Puluhan Juta Hilang

Regional
Tambah 3 Orang Positif Covid-19 di Garut, Satu Desa Dikarantina, Satu Kecamatan PSBB

Tambah 3 Orang Positif Covid-19 di Garut, Satu Desa Dikarantina, Satu Kecamatan PSBB

Regional
Lebaran di Kepri Saat Pandemi Covid-19, Konsumsi BBM Turun dan Penyaluran Elpiji Naik

Lebaran di Kepri Saat Pandemi Covid-19, Konsumsi BBM Turun dan Penyaluran Elpiji Naik

Regional
Viral, Video Polisi Pukuli Bokong Warga Tak Pakai Masker dengan Rotan, Mirip di India

Viral, Video Polisi Pukuli Bokong Warga Tak Pakai Masker dengan Rotan, Mirip di India

Regional
Kecanduan Game Online, Pemuda di Kebumen Curi Gabah Setiap Ingin ke Warnet

Kecanduan Game Online, Pemuda di Kebumen Curi Gabah Setiap Ingin ke Warnet

Regional
Guru Mengaji Pelaku Pencabulan Anak Ditangkap

Guru Mengaji Pelaku Pencabulan Anak Ditangkap

Regional
Duduk Perkara Kepala Dusun Ancam Ratusan Warga, Bermula dari Upah Proyek Bronjong

Duduk Perkara Kepala Dusun Ancam Ratusan Warga, Bermula dari Upah Proyek Bronjong

Regional
Soal Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Pemkot: Kami Berusaha Tak Terjadi, Siapa yang Inginkan Itu

Soal Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Pemkot: Kami Berusaha Tak Terjadi, Siapa yang Inginkan Itu

Regional
Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR RI, Giliran Bupati Agam Diperiksa Polisi

Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR RI, Giliran Bupati Agam Diperiksa Polisi

Regional
Kronologi Terbongkarnya Pemerkosaan Gadis 18 Tahun oleh 5 Pemuda, Berawal dari Video yang Menyebar di WhatsApp

Kronologi Terbongkarnya Pemerkosaan Gadis 18 Tahun oleh 5 Pemuda, Berawal dari Video yang Menyebar di WhatsApp

Regional
Curhat Pasien Positif Corona 30 Hari di Ruang Isolasi, Tidak Ada Air Putih hingga Tak Terkena Matahari

Curhat Pasien Positif Corona 30 Hari di Ruang Isolasi, Tidak Ada Air Putih hingga Tak Terkena Matahari

Regional
Hingga 28 Mei, Karawang Lakukan 8.000 Rapid Test dan 756 Tes Swab

Hingga 28 Mei, Karawang Lakukan 8.000 Rapid Test dan 756 Tes Swab

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X