Pemkot Palembang Daftarkan Tradisi Ngobeng ke UNESCO

Kompas.com - 27/11/2019, 06:37 WIB
Tradisi ngobeng atau ngidang makan bersama khas Palembang akan didaftarkan pemerintah setempat ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) . ISTIMEWA/PEMKOT PALEMBANGTradisi ngobeng atau ngidang makan bersama khas Palembang akan didaftarkan pemerintah setempat ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) .

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pemerintah kota Palembang, Sumatera Selatan, mendaftarkan tradisi Ngobeng atau Ngidang ke Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda (WBTB).

Ngobeng sendiri merupakan tradisi makan bersama yang dihidangkan secara lesehan dengan menggunakan nampan untuk delapan orang dalam satu tempat.

Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Ekonomi Pendapatan Daerah, Hukum dan HAM, Altur Febriyansyah mengatakan, tradisi ngobeng memiliki makna yang mendalam. Sebelum makan, warga terlebih dahulu bergotong-royong untuk menyiapkan lauk dan lain sebagainya.

"Dalam satu hidangan terdiri dari delapan orang, kemudian makan bersama. Ini sebagai wujud gotong-royong yang harus kita lestarikan, karena untuk makan kita menyediakan makanan secara gotong-royong, ada nilai positif, bisa menjalin komunikasi tanpa memperhatikan status sosial, semuanya rata duduk bersila," kata  Altur usai membuka acara Ngidang di Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang,  Selasa (26/11/2019).


Baca juga: Ambon Ditetapkan Kota Musik Dunia Versi UNESCO, Ini 5 Kota Lain yang Masuk Dalam Daftar

Altur menjelaskan, tradisi ngobeng akan menjadi salah satu agenda tahunan di Palembang. Sehingga, tradisi tersebut tetap bisa dilestarikan oleh para pemuda saat ini.

"Ngobeng juga diharapkan akan menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Palembang. Pada tahun 2020 nanti, acara ngobeng ini akan di daftarkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) dan UNESCO sehingga tidak bisa diklaim oleh orang daerah lain," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sejarah Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Ismail menjelaskan, sejarah ngobeng itu berawal dari negara Arab.

Baca juga: Pencak Silat, Pantun, dan Gamelan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia ke UNESCO

Namun pada zaman kesultan Demangan, cara tersebut dibuat berbeda. Jika dalam budaya Arab semua hidangan dijadikan satu, sedangkan dengan cara Palembang untuk lauk-pauk semuanya terpisah.

"Untuk di Palembang sendiri kebudayaan ini masih melekat di daerah kawasan Tangga Buntung, 13-14 ulu yang masih mempertahankan tradisi tersebut di tengah kemajuan zaman. Inilah yang menjadi tugas utama kami untuk kembali memperkenalkan warisan budaya serta mempertahankannya," ujar Ismail.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diguyur Hujan Deras, 94 KK di Bitung Terdampak Banjir

Diguyur Hujan Deras, 94 KK di Bitung Terdampak Banjir

Regional
Kesal Ditegur, 3 Warga di Makassar Tikam Petugas Siskamling

Kesal Ditegur, 3 Warga di Makassar Tikam Petugas Siskamling

Regional
Gerebek Gudang Penyimpanan Narkotika di Medan, BNN Sita Puluhan KIlogram Sabu

Gerebek Gudang Penyimpanan Narkotika di Medan, BNN Sita Puluhan KIlogram Sabu

Regional
17.000 Pelanggan PDAM Lamongan Terdampak Sungai Bengawan Solo yang Tercemar

17.000 Pelanggan PDAM Lamongan Terdampak Sungai Bengawan Solo yang Tercemar

Regional
Pelaku Teror Bom di Palembang ternyata Seorang Pelajar SMA

Pelaku Teror Bom di Palembang ternyata Seorang Pelajar SMA

Regional
Sempat Surut, Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga di Rokan Hulu Riau

Sempat Surut, Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga di Rokan Hulu Riau

Regional
4 Fakta Wanita Tewas di Sebuah Indekos di Medan, Cemburu hingga Dibunuh Kekasih

4 Fakta Wanita Tewas di Sebuah Indekos di Medan, Cemburu hingga Dibunuh Kekasih

Regional
Polisi yang Terluka di Depan Bank Dibacok karena Ganggu Istri Anggota TNI

Polisi yang Terluka di Depan Bank Dibacok karena Ganggu Istri Anggota TNI

Regional
18 Tahun Kakak Beradik Memilih Mengurung Diri di Rumah, Kulit Melepuh Saat Terkena Matahari

18 Tahun Kakak Beradik Memilih Mengurung Diri di Rumah, Kulit Melepuh Saat Terkena Matahari

Regional
Polisi yang Ditemukan Terluka di Depan Bank Ternyata Dibacok Anggota TNI

Polisi yang Ditemukan Terluka di Depan Bank Ternyata Dibacok Anggota TNI

Regional
Angin Kencang Sebabkan 70 Rumah Rusak di Ungaran

Angin Kencang Sebabkan 70 Rumah Rusak di Ungaran

Regional
Kronologi Nelayan Kepiting Tewas dengan Setengah Badan Diduga Dimangsa Buaya

Kronologi Nelayan Kepiting Tewas dengan Setengah Badan Diduga Dimangsa Buaya

Regional
Bengawan Solo Tercemar, Air PDAM Lamongan Berubah Keruh

Bengawan Solo Tercemar, Air PDAM Lamongan Berubah Keruh

Regional
Korupsi Dana Desa, Pelarian Mantan Kades Berakhir di Tangan Polisi

Korupsi Dana Desa, Pelarian Mantan Kades Berakhir di Tangan Polisi

Regional
BPBD Tunggu Kajian Badan Geologi Terkait Gerakan Tanah di Bandung Barat

BPBD Tunggu Kajian Badan Geologi Terkait Gerakan Tanah di Bandung Barat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X