Bayi yang Baru Lahir Tewas setelah Dimasukkan ke Mesin Cuci

Kompas.com - 05/11/2019, 14:58 WIB
Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Indra Sakti Nasution saat memberikan keterangan terkait mayat bayi laki-laki yang tewas usai dimasukkan ke dalam meskin cuci, Selasa (5/11/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRADokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Indra Sakti Nasution saat memberikan keterangan terkait mayat bayi laki-laki yang tewas usai dimasukkan ke dalam meskin cuci, Selasa (5/11/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Peristiwa sadis menimpa seorang bayi laki-laki yang baru dilahirkan di Palembang, Sumatera Selatan.

Seorang ibu tega memasukkan bayi yang baru dilahirkannya ke mesin cuci hingga korban tewas.

Kejadian itu terungkap setelah jenazah bayi dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, untuk dilakukan visum setelah sebelumnya sempat dirawat medis.

Informasi yang dihimpun, pelaku berinisial ST. Ia diketahui merupakan asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di Jalan Telaga, Nomor 9, RT 14, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Baca juga: Terus Menangis, Bayi 5 Bulan Tewas Dianiaya Ayah Kandung

Bayi itu dilahirkan sendiri oleh ST di dalam kamar mandi pada Senin (4/11/2019) sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah bayinya lahir, pelaku langsung memasukkannya ke mesin cuci.

Rekan ST yang berada di lokasi pun terkejut mendengar adanya suara tangisan bayi. Setelah dicari, asal suara itu ternyata dari mesin cuci.

Bayi tersebut sempat menjalani perawatan di rumah sakit Siloam Palembang, karena kondisi korban kian lemah. Bayi ini akhirnya meninggal dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum.

Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Indra Sakti Nasution mengatakan, dari visum terdapat luka lecet di leher kanan serta atas bibir.

"Bayi ini lahir karena sudah waktunya. Umurnya sudah sembilan bulan, sehingga lahir," kata Indra.

Indra pun tak bisa memastikan penyebab tewasnya bayi tersebut, karena saat ini hanya dilakukan pemeriksaan visum luar.

"Kalau keterangan penyidik tadi, bayi ini ketika lahir dimasukkan dalam mesin cuci. Untuk penyebab tewasnya belum tahu, karena diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Kami hanya pemeriksaan visum luar," ujar Indra.

Baca juga: Diselamatkan Pekerja, Bayi Terbuang dengan Luka Gigitan Semut Kini Dirawat Pemkot Tebing Tinggi

Sementara itu, di lokasi tempat korban bekerja terlihat tertutup. Para rekan ST enggan berkomentar terkait kejadian tersebut.

"Saya kurang tahu mas, saya baru bekerja di sini. Kalau yang punya rumah orangnya lagi di Jakarta," ucap seorang pria tanpa menyebutkan namanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manggarai Timur, NTT, Nol Kasus Covid-19, Ini Kuncinya

Manggarai Timur, NTT, Nol Kasus Covid-19, Ini Kuncinya

Regional
Fakta Penemuan Kerangka Manusia di Bogor, Berawal dari Menggali Septic Tank hingga Ditemukan Barang Antik

Fakta Penemuan Kerangka Manusia di Bogor, Berawal dari Menggali Septic Tank hingga Ditemukan Barang Antik

Regional
Satu Karyawannya Positif Corona, Pusat Perbelanjaan di Ciamis Ditutup Sementara

Satu Karyawannya Positif Corona, Pusat Perbelanjaan di Ciamis Ditutup Sementara

Regional
Diduga Depresi karena Stroke, Ayah Bacok Anak Kandungnya Sendiri

Diduga Depresi karena Stroke, Ayah Bacok Anak Kandungnya Sendiri

Regional
1 RW Terasing karena 9 Orang Positif Covid-19, Ketua RW: Warga Kami Ditolak Saat Beraktivitas

1 RW Terasing karena 9 Orang Positif Covid-19, Ketua RW: Warga Kami Ditolak Saat Beraktivitas

Regional
Kisah Pilu Bayi Tsamara, Digigit Kutu Kucing Saat 4 Bulan, Meninggal Dunia di Usia 1 Tahun

Kisah Pilu Bayi Tsamara, Digigit Kutu Kucing Saat 4 Bulan, Meninggal Dunia di Usia 1 Tahun

Regional
Fokus Tuntaskan Wabah Virus Corona, Bali Belum Berencana Buka Pariwisata

Fokus Tuntaskan Wabah Virus Corona, Bali Belum Berencana Buka Pariwisata

Regional
Delapan Polisi yang Pukuli Warga dengan Rotan karena Tak Pakai Masker Ditahan

Delapan Polisi yang Pukuli Warga dengan Rotan karena Tak Pakai Masker Ditahan

Regional
Kesulitan Jawab Soal Matematika, Wayan Arta 3 Kali Gagal Lolos Program Kartu Pra-Kerja: Daftarnya Susah

Kesulitan Jawab Soal Matematika, Wayan Arta 3 Kali Gagal Lolos Program Kartu Pra-Kerja: Daftarnya Susah

Regional
KPU Solo Tunggu Perubahan PKPU untuk Lanjutkan Tahapan Pilkada Serentak 2020

KPU Solo Tunggu Perubahan PKPU untuk Lanjutkan Tahapan Pilkada Serentak 2020

Regional
Viral Video Komodo Masuk ke Sekolah, Warga Sebut Ingin Cari Makan

Viral Video Komodo Masuk ke Sekolah, Warga Sebut Ingin Cari Makan

Regional
Sebuah Minimarket di Bandung Dibobol Maling, Uang Puluhan Juta Hilang

Sebuah Minimarket di Bandung Dibobol Maling, Uang Puluhan Juta Hilang

Regional
Tambah 3 Orang Positif Covid-19 di Garut, Satu Desa Dikarantina, Satu Kecamatan PSBB

Tambah 3 Orang Positif Covid-19 di Garut, Satu Desa Dikarantina, Satu Kecamatan PSBB

Regional
Lebaran di Kepri Saat Pandemi Covid-19, Konsumsi BBM Turun dan Penyaluran Elpiji Naik

Lebaran di Kepri Saat Pandemi Covid-19, Konsumsi BBM Turun dan Penyaluran Elpiji Naik

Regional
Viral, Video Polisi Pukuli Bokong Warga Tak Pakai Masker dengan Rotan, Mirip di India

Viral, Video Polisi Pukuli Bokong Warga Tak Pakai Masker dengan Rotan, Mirip di India

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X