Ibu Mahasiswa Unitas yang Tewas Saat Diksar Menwa: Saya Ingin Semua Pelaku Dihukum Mati

Kompas.com - 04/11/2019, 19:42 WIB
Makam Muhammad Akbar (19) mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kecamatan Borang, dibongkar tim forensik Polda Sumsel untuk dilakukan otopsi, Selasa (22/10/2019). Akbar sebelumnya tewas diduga mengalami kekerasan saat mengikuti kegiatan pra diksar Menwa di Kabupaten Ogan Ilir. KOMPAS.com/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRAMakam Muhammad Akbar (19) mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kecamatan Borang, dibongkar tim forensik Polda Sumsel untuk dilakukan otopsi, Selasa (22/10/2019). Akbar sebelumnya tewas diduga mengalami kekerasan saat mengikuti kegiatan pra diksar Menwa di Kabupaten Ogan Ilir.

INDRALAYA, KOMPAS.com - Orangtua Muhammad Akbar, Fasetta berharap agar pelaku yang tewaskan anaknya dihukum mati.

Akbar merupakan mahasiswa Univeristas Taman Siswa (Unitas) Palembang yang tewas saat mengikuti Diksar Menwa di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Oktober lalu.

Selain hukuman mati, Fasseta juga meminta polisi segera menetapkan tersangka lain. Sebab, menurutnya masih ada pelaku yang ikut menganiaya Akbar saat diklat Menwa.

“Harapan saya tersangka-tersangka lain diungkap secepatnya. Saya juga berharap para tersangka diberi hukuman mati. Sebab, apakah yang dilakukannya sudah bukan manusia lagi, biadab,” kata Fasseta, saat mencari informasi kasus tersebut di Mapolres Ogan Ilir, Senin (4/11/2019).

Baca juga: 3 Orang Jadi Tersangka Terkait Tewasnya Mahasiswa Unitas Saat Ikuti Diksar Menwa

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin mengatakan, soal apakah tersangka akan dihukum mati atau tidak adalah wewenang hakim di pengadilan.

“Polisi selaku penyidik hanya bekerja melengkapi alat bukti,” ujar Malik.

Malik menambahkan, meski sudah ada tiga tersangka, tapi pemeriksaan tidak behenti.

Polisi terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti lain untuk mencari tersangka lain. Termasuk apakah kaitan barang bukti tali tambang yang sudah disita polisi.

“Untuk barang bukti tali tambang yang sudah sita, berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi maupun tersangka. Sementara ini menjadi barang bukti untuk peran tersangka lain,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswa Universitas Taman Siswa Palembang, Muhammad Akbar tewas saat mengikuti Diksar Resimen Mahasiswa di Desa Tanjung Baru Ogan Ilir oktober lalu.

Baca juga: Cerita Pemilik Kebun yang Melihat Kegiatan Diksar Menwa Unitas: Peserta Ada yang Dipukul, tapi...

Muhammad Akbar mengalami kekerasan dalam diksar tersebut. Ini terlihat dari sejumlah luka lebam di bagian tertentu dari tubuh korban.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Video Komodo Masuk ke Sekolah, Warga Sebut Ingin Cari Makan

Viral Video Komodo Masuk ke Sekolah, Warga Sebut Ingin Cari Makan

Regional
Sebuah Minimarket di Bandung Dibobol Maling, Uang Puluhan Juta Hilang

Sebuah Minimarket di Bandung Dibobol Maling, Uang Puluhan Juta Hilang

Regional
Tambah 3 Orang Positif Covid-19 di Garut, Satu Desa Dikarantina, Satu Kecamatan PSBB

Tambah 3 Orang Positif Covid-19 di Garut, Satu Desa Dikarantina, Satu Kecamatan PSBB

Regional
Lebaran di Kepri Saat Pandemi Covid-19, Konsumsi BBM Turun dan Penyaluran Elpiji Naik

Lebaran di Kepri Saat Pandemi Covid-19, Konsumsi BBM Turun dan Penyaluran Elpiji Naik

Regional
Viral, Video Polisi Pukuli Bokong Warga Tak Pakai Masker di Pasar dengan Rotan, Mirip di India

Viral, Video Polisi Pukuli Bokong Warga Tak Pakai Masker di Pasar dengan Rotan, Mirip di India

Regional
Kecanduan Game Online, Pemuda di Kebumen Curi Gabah Setiap Ingin ke Warnet

Kecanduan Game Online, Pemuda di Kebumen Curi Gabah Setiap Ingin ke Warnet

Regional
Guru Mengaji Pelaku Pencabulan Anak Ditangkap

Guru Mengaji Pelaku Pencabulan Anak Ditangkap

Regional
Duduk Perkara Kepala Dusun Ancam Ratusan Warga, Bermula dari Upah Proyek Bronjong

Duduk Perkara Kepala Dusun Ancam Ratusan Warga, Bermula dari Upah Proyek Bronjong

Regional
Soal Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Pemkot: Kami Berusaha Tak Terjadi, Siapa yang Inginkan Itu

Soal Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Pemkot: Kami Berusaha Tak Terjadi, Siapa yang Inginkan Itu

Regional
Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR RI, Giliran Bupati Agam Diperiksa Polisi

Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR RI, Giliran Bupati Agam Diperiksa Polisi

Regional
Kronologi Terbongkarnya Pemerkosaan Gadis 18 Tahun oleh 5 Pemuda, Berawal dari Video yang Menyebar di WhatsApp

Kronologi Terbongkarnya Pemerkosaan Gadis 18 Tahun oleh 5 Pemuda, Berawal dari Video yang Menyebar di WhatsApp

Regional
Curhat Pasien Positif Corona 30 Hari di Ruang Isolasi, Tidak Ada Air Putih hingga Tak Terkena Matahari

Curhat Pasien Positif Corona 30 Hari di Ruang Isolasi, Tidak Ada Air Putih hingga Tak Terkena Matahari

Regional
Hingga 28 Mei, Karawang Lakukan 8.000 Rapid Test dan 756 Tes Swab

Hingga 28 Mei, Karawang Lakukan 8.000 Rapid Test dan 756 Tes Swab

Regional
Kesal Diputus, Mahasiswa di Banyumas Sebar Foto Bugil Mantan Pacarnya

Kesal Diputus, Mahasiswa di Banyumas Sebar Foto Bugil Mantan Pacarnya

Regional
50.873 Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Rp 1,8 Juta

50.873 Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Rp 1,8 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X