2 Pembunuh PNS Kementerian PU yang Jenazahnya Dicor Masih Buron, Polisi: Jika Tidak Menyerah Ditembak Mati

Kompas.com - 28/10/2019, 14:44 WIB
Prosesi pemakaman Aprianita (50) PNS Kementerian PU yang tewas dibunuh lalu dicor di TPU Kamboja Palembang, pada Sabtu (26/10/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAProsesi pemakaman Aprianita (50) PNS Kementerian PU yang tewas dibunuh lalu dicor di TPU Kamboja Palembang, pada Sabtu (26/10/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Polda Sumatera Selatan akan menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap Nopi dan Amir, dua pembunuh Aprianita (50) yang merupakan PNS Kementerian PU.

Foto kedua pelaku akan disebar ke seluruh polsek serta media sosial, agar gerak dua tersangka itu bisa dipersempit.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengimbau agar kedua pelaku menyerahkan diri sebelum petugas mengambil tindakan tegas.

Bahkan, Supriadi menegaskan, polisi tidak akan segan untuk menembak mati kedua tersangka jika tak kunjung menyerahkan diri.

"Akan kami kejar sampai dapat kalau tidak menyerahkan diri. Bisa saja kami lakukan (tembak mati) karena membahayakan petugas," kata Supriadi.

Baca juga: Kasus PNS Kementerian PU yang Tewas Dicor, Polisi Akan Umumkan 2 Buronan

Menurutnya, petugas telah melakukan pengejaran dan menyisir seluruh area di Sumatera Selatan sejak kasus tersebut mencuat.

Namun, sampai saat ini petugas belum mendapatkan lokasi keberadaan keduanya.

"Di tempat keluarganya masing-masing juga sudah kita cari, tapi mereka sudah menghilang. Pencarian akan diperluas lagi," ujar Supriadi.

Amir dan Nopi diketahui merupakan tukang gali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat, Palembang.

Mereka ikut terlibat dalam kasus pembunuhan Aprianita karena mengubur jenazah korban di lokasi itu.

Baca juga: Cerita di Balik PNS Kementerian PU yang Dibunuh Lalu Dicor Dalam Makam, Tak Tahan Ditagih Utang

 

Bukan hanya itu saja, jenazah korban pun dicor agar aksi mereka tidak diketahui.

Diberitakan sebelumnya, setelah dilaporkan menghilang dan menjadi korban penculikan selama 17 hari, Aprianita yang bekerja di Balai Besar Jalan dan Jembatan wilayah V Satker Metropolis Palembang, ditemukan tewas mengenaskan dengan tubuh dicor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu terungkap saat pihak keluarga korban membuat laporan polisi mengenai dugaan penculikan.

Setelah mendapatkan laporan itu, polisi lalu melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi.

Setelah mendapatkan petunjuk, polisi melakukan penggalian di TPU kandang, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.

Jenazah Aprianita pun akhirnya ditemukan di TPU tersebut dengan kondisi dicor di samping makam.

Usai penemuan tersebut, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

Regional
16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

Regional
Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

Regional
Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

Regional
Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

Regional
Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

Regional
Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

Regional
Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

Regional
Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

Regional
Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

Regional
Jerinx Jadi Tersangka Kasus 'Kacung WHO', Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

Jerinx Jadi Tersangka Kasus "Kacung WHO", Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

Regional
Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

Regional
Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

Regional
Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Regional
65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X