Titik Api di Lahan Gambut Sulit Padam, 80.125 Hektar Area di Sumsel Terbakar

Kompas.com - 02/10/2019, 20:09 WIB
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti kota Palembang. Bahkan, kualitas udara di kota tersebut sempat kembali masuk ke level berbahaya. KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAKabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti kota Palembang. Bahkan, kualitas udara di kota tersebut sempat kembali masuk ke level berbahaya.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat, sebanyak 80.125 hektar lahan di bumi Sriwijaya sudah terbakar sepanjang awal tahun 2019 hingga saat ini.

Dari total seluruh lahan yang terbakar, tiga Kabupaten memiliki luasan lahan terbesar yakni, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) 24.304 hektar, Ogan Komering Ilir (OKI) 24.129 hektar dan Banyuasin 14.612 hektar.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori mengatakan, beberapa titik panas sempat padam saat diguyur hujan pada empat hari lalu.

Namun, intensitas hujan yang kembali menghilang membuat api di lahan gambut kembali muncul. Sebab, guyuran hujan tersebut hanya membasahi atas permukaan.

Baca juga: Sudah Seminggu, Kebakaran Hutan Gambut di Kampar Riau Belum Teratasi

"OKI adalah Kabupaten terbesar yang hampir seluruhnya adalah lahan gambut. Untuk sekarang 505 titik api ada di OKI," kata Ansori, Rabu (2/10/2019).

Kebakaran lahan gambut di OKI berdampak kepada kota Palembang yang saat ini terselimuti asap.

Tim darat maupun pemadaman menggunakan helikopter water bombing telah diturunkan untuk proses pemadaman.

"Sekarang ada 610 hotspot di Sumsel, Kabupaten OKI paling banyak sebaran hotspot yakni 505 titik," kata Ansori.

Baca juga: Cegah Karhutla, Lahan Gambut Jadi Lokasi Budidaya Jamur Tiram dan Nanas

Hujan

Sementara itu, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang Bambang Beny Setiaji mengatakan, intensitas hujan sedang akan berlangsung wilayah Sumsel pada pukul 13.00WIB.

Wilayah yang terkena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir, kilat dan angin kencang sesaat  berlangsung Kabupaten OKI (Air Sugihan, Sungai Menang), Banyuasin (Makarti Jaya, Pulau Rimau, Tungkal Ilir, Banyuasin 1, Muara Sugihan, Betung), Ogan Ilir (Muara Kuang, Lubuk Keliat, Rantau Alai), Prabumulih, PALI (Talang Ubi), Musi Banyuasin (Tungkal jaya, Sungai keruh) dan sekitarnya.

"Dapat meluas ke sebagian wilayah Muara Enim, OKU Timur, OKU, Musi Rawas, Palembang dan sekitarnya. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 15.30 WIB,"katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru Mengaji Pelaku Pencabulan Anak Ditangkap

Guru Mengaji Pelaku Pencabulan Anak Ditangkap

Regional
Duduk Perkara Kepala Dusun Ancam Ratusan Warga, Bermula dari Upah Proyek Bronjong

Duduk Perkara Kepala Dusun Ancam Ratusan Warga, Bermula dari Upah Proyek Bronjong

Regional
Soal Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Pemkot: Kami Berusaha Tak Terjadi, Siapa yang Inginkan Itu

Soal Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Pemkot: Kami Berusaha Tak Terjadi, Siapa yang Inginkan Itu

Regional
Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR RI, Giliran Bupati Agam Diperiksa Polisi

Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR RI, Giliran Bupati Agam Diperiksa Polisi

Regional
Kronologi Terbongkarnya Pemerkosaan Gadis 18 Tahun oleh 5 Pemuda, Berawal dari Video yang Menyebar di WhatsApp

Kronologi Terbongkarnya Pemerkosaan Gadis 18 Tahun oleh 5 Pemuda, Berawal dari Video yang Menyebar di WhatsApp

Regional
Curhat Pasien Positif Corona 30 Hari di Ruang Isolasi, Tidak Ada Air Putih hingga Tak Terkena Matahari

Curhat Pasien Positif Corona 30 Hari di Ruang Isolasi, Tidak Ada Air Putih hingga Tak Terkena Matahari

Regional
Hingga 28 Mei, Karawang Lakukan 8.000 Rapid Test dan 756 Tes Swab

Hingga 28 Mei, Karawang Lakukan 8.000 Rapid Test dan 756 Tes Swab

Regional
Kesal Diputus, Mahasiswa di Banyumas Sebar Foto Bugil Mantan Pacarnya

Kesal Diputus, Mahasiswa di Banyumas Sebar Foto Bugil Mantan Pacarnya

Regional
50.873 Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Rp 1,8 Juta

50.873 Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Rp 1,8 Juta

Regional
Wali Kota Beri Kelonggaran, Hari Ini Masjid Agung Batam Gelar Shalat Jumat Berjemaah

Wali Kota Beri Kelonggaran, Hari Ini Masjid Agung Batam Gelar Shalat Jumat Berjemaah

Regional
ASN Akan Jadi yang Pertama Menerapkan New Normal di Kepri

ASN Akan Jadi yang Pertama Menerapkan New Normal di Kepri

Regional
Selundupkan 25 Paket Kantong Semar ke Taiwan, Dua Pria Ini Ditangkap

Selundupkan 25 Paket Kantong Semar ke Taiwan, Dua Pria Ini Ditangkap

Regional
Polres Cianjur Tangkap Pegawai Swasta yang Hina  Jokowi soal Status Kelulusan di UGM

Polres Cianjur Tangkap Pegawai Swasta yang Hina Jokowi soal Status Kelulusan di UGM

Regional
Ruslan Buton Pecatan TNI yang Minta Jokowi Mundur di Tengah Pandemi Ditangkap Polisi

Ruslan Buton Pecatan TNI yang Minta Jokowi Mundur di Tengah Pandemi Ditangkap Polisi

Regional
Cerita Penjual Gudeg di Yogyakarta Jualan Saat Pandemi, Tetap Laris karena Gunakan 'Face Shield'

Cerita Penjual Gudeg di Yogyakarta Jualan Saat Pandemi, Tetap Laris karena Gunakan "Face Shield"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X