Bolos Sekolah untuk Ikut Demo, 7 Pelajar Diamankan Polisi

Kompas.com - 30/09/2019, 16:59 WIB
Polisi mengamankan pelajar yang masih menggunakan seragam sekolah ketika hendak mengikuti aksi demo solidaritas dari Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah di depan Mapolda Sumatera Selatan, Senin (30/9/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAPolisi mengamankan pelajar yang masih menggunakan seragam sekolah ketika hendak mengikuti aksi demo solidaritas dari Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah di depan Mapolda Sumatera Selatan, Senin (30/9/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Sebanyak tujuh orang pelajar dari SMA dan SMK di Palembang, Sumatera Selatan, ditangkap polisi lantaran hendak mengikuti aksi demo solidaritas yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah di depan kantor Mapolda Sumatera Selatan, Senin (30/9/2019).

Awalnya, ratusan demonstran sedang menyampaikan orasi di depan kantor Mapolda Sumsel terkait tewasnya Himawan Randi (21) dan Muhammad Yusuf Qardawi Mahasiswa semester VII Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari.

Saat orasi berlangsung, puluhan pelajar yang menggunakan seragam sekolah dan pakaian bebas mendadak datang dari arah taman Polda Sumsel sembari membawa spanduk.

Baca juga: Demo Mahasiswa di Samarinda, 3 Anggota DPRD Kaltim Dikurung Massa

Namun, sebelum mereka bergabung ke rombongan mahasiswa, polisi yang mengamankan aksi langsung mencegahnya. Para pelajar pun langsung berlari menghindari polisi.

Namun ada tujuh pelajar yang sebagian masih mengenakan seragam sekolah tertinggal hingga akhirnya diamankan di ruang Unit Kekerasan Anak dan Wanita (Reknata) Ditreskrimum Polda Sumsel untuk didata.

IP (16), salah satu pelajar yang diamankan petugas mengaku, mereka berkumpul di lokasi taman polda setelah mendengar informasi adanya aksi demo di Mapolda Sumsel.

IP bersama beberapa rekannya pun bolos sekolah dan berkumpul di sana. Mereka juga menyiapkan berbagai sepanduk, salah satunya bertuliskan "Jangan Ben KPK".

"Teman tadi ngajak ke sini untuk demo bareng mahasiswa. Makanya kumpul di taman, buat spanduk. Pas mau gabung ditangkap," kata IP.

Namun, IP pun kurang memahami maksud aksi yang hendak mereka lakukan tersebut seperti menuliskan KPK.

"Katanya undang-undang kan," ucapnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 29 Mei: Pasien Positif Covid-19 di Kota Sorong Mencapai 54 Kasus

UPDATE 29 Mei: Pasien Positif Covid-19 di Kota Sorong Mencapai 54 Kasus

Regional
Update Covid-19 Salatiga: Tambah 2 Kasus Positif, Tertular Saat Ronda

Update Covid-19 Salatiga: Tambah 2 Kasus Positif, Tertular Saat Ronda

Regional
Terima Kasih Pembaca Kompas.com, Kakak Beradik Lumpuh di Tegal Terima Kebutuhan Pokok

Terima Kasih Pembaca Kompas.com, Kakak Beradik Lumpuh di Tegal Terima Kebutuhan Pokok

Regional
Tidak Pakai Masker, Warga Dihukum Push Up dan Nyanyi Lagu Indonesia Raya

Tidak Pakai Masker, Warga Dihukum Push Up dan Nyanyi Lagu Indonesia Raya

Regional
47 Pegawai RSUD Pontianak Dinyatakan Negatif Corona

47 Pegawai RSUD Pontianak Dinyatakan Negatif Corona

Regional
Manggarai Timur, NTT, Nol Kasus Covid-19, Ini Kuncinya

Manggarai Timur, NTT, Nol Kasus Covid-19, Ini Kuncinya

Regional
Fakta Penemuan Kerangka Manusia di Bogor, Berawal dari Menggali Septic Tank hingga Ditemukan Barang Antik

Fakta Penemuan Kerangka Manusia di Bogor, Berawal dari Menggali Septic Tank hingga Ditemukan Barang Antik

Regional
Satu Karyawannya Positif Corona, Pusat Perbelanjaan di Ciamis Ditutup Sementara

Satu Karyawannya Positif Corona, Pusat Perbelanjaan di Ciamis Ditutup Sementara

Regional
Diduga Depresi karena Stroke, Ayah Bacok Anak Kandungnya Sendiri

Diduga Depresi karena Stroke, Ayah Bacok Anak Kandungnya Sendiri

Regional
1 RW Terasing karena 9 Orang Positif Covid-19, Ketua RW: Warga Kami Ditolak Saat Beraktivitas

1 RW Terasing karena 9 Orang Positif Covid-19, Ketua RW: Warga Kami Ditolak Saat Beraktivitas

Regional
Kisah Pilu Bayi Tsamara, Digigit Kutu Kucing Saat 4 Bulan, Meninggal Dunia di Usia 1 Tahun

Kisah Pilu Bayi Tsamara, Digigit Kutu Kucing Saat 4 Bulan, Meninggal Dunia di Usia 1 Tahun

Regional
Fokus Tuntaskan Wabah Virus Corona, Bali Belum Berencana Buka Pariwisata

Fokus Tuntaskan Wabah Virus Corona, Bali Belum Berencana Buka Pariwisata

Regional
Delapan Polisi yang Pukuli Warga dengan Rotan karena Tak Pakai Masker Ditahan

Delapan Polisi yang Pukuli Warga dengan Rotan karena Tak Pakai Masker Ditahan

Regional
Kesulitan Jawab Soal Matematika, Wayan Arta 3 Kali Gagal Lolos Program Kartu Prakerja: Daftarnya Susah

Kesulitan Jawab Soal Matematika, Wayan Arta 3 Kali Gagal Lolos Program Kartu Prakerja: Daftarnya Susah

Regional
KPU Solo Tunggu Perubahan PKPU untuk Lanjutkan Tahapan Pilkada Serentak 2020

KPU Solo Tunggu Perubahan PKPU untuk Lanjutkan Tahapan Pilkada Serentak 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X