Tak Ada Hujan, Sepekan ke Depan Palembang Bakal Diselimuti Kabut Asap

Kompas.com - 10/09/2019, 12:04 WIB
Kondisi Kota Palembang, Sumatera Selatan, diliputi kabut asap, Kamis (29/10/2015). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINKondisi Kota Palembang, Sumatera Selatan, diliputi kabut asap, Kamis (29/10/2015).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kota Palembang berpotensi akan diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dibeberapa wilayah Sumatera Selatan.

Sebab, berdasarkan model prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) dengan rentang prakiraan tanggal 9 September hingga 16 September 2019, belum ada potensi hujan di wilayah Sumsel.

Kasi Observasi dan Informasi stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Bambang Beni Setiaji mengatakan, dari pengamatan mereka rentang waktu 24 jam pada (9/9/2019), didapati kondisi cuaca didominasi dengan kriteria asap serta kelembapan antara 45-95% dan temperatur antara 23-35o C dan angin dari Tenggara dengan kecepatan 5-20 Knots (9-37 Km/Jam).

Selain itu,kekeruhan udara (asap) yang mengandung partikel-partikel kering menyebabkan jarak pandang berkisar antara 1.000-8.000 meter, dengan jarak pandang terendah terjadi pada 23.00 UTC ( 06.00 WIB).


Baca juga: Kabut Asap Kian Pekat di Pekanbaru, Papan ISPU Malah Rusak

"Indikasi dari asap ini selain mengurangi jarak pandang yakni bau asap yang khas, perih di mata, sesak pada pernafasan dan matahari akan terlihat berwarna oranye kemerahan pada sore yang disebabkan pembiasan cahaya matahari oleh polutan yang terdapat di atmosfer,"kata Beni, Selasa (10/9/2019).

Angin dari arah tenggara menyebabkan kabut asap memasuki kota Palembang. Sebab, beberapa titik panas yang terdeteksi di desa Air Sugihan, Pampangan, Banyuasin I, Tulung Selapan, Pedamaran, Cengal dan Pematang Panggang, menyebabkan data PM 10 (kadar udara) pada Selasa, (10/9/2019) masuk dalam kategori tidak sehat dengan rentang 180-187 mikrogram per meter kubik.

Kondisi asap tersebut akan terus berlangsung di wilayah Kota Palembang dan sekitarnya hingga hilang titik-titik panas tersebut.

Namun, pada pukul 10.00 WIB data PM 10 di wilayah Palembang kembali dalam kategori baik.

"Siang ini turun ke sedang karena memang kondisi vertikal udara labil. Biasanya pada sore hari kondisi udara akan memburuk lagi sampai dini hari hingga ke pagi hari," jelasnya.

Baca juga: Fakta Kabut Asap di Sumatera dan Kalimantan, Penerbangan Dibatalkan hingga Warga Sesak Nafas



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awalnya Ingin Bantu Ibu Berjualan, Agung Malah Banjir Pesanan Robot Pembuat Telur Dadar

Awalnya Ingin Bantu Ibu Berjualan, Agung Malah Banjir Pesanan Robot Pembuat Telur Dadar

Regional
Hilang 15 Hari, Kakek Ini Tewas dengan Isi Perut Hilang

Hilang 15 Hari, Kakek Ini Tewas dengan Isi Perut Hilang

Regional
Oknum Polisi hingga Sipir Lapas Malah Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional, Ini Kata Pakar

Oknum Polisi hingga Sipir Lapas Malah Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional, Ini Kata Pakar

Regional
Sejak Ada Robot Pembuat Telur Dadar, Wajah Ibu Agung Tak Perlu Didekatkan ke Wajan, Omzet Pun Meningkat

Sejak Ada Robot Pembuat Telur Dadar, Wajah Ibu Agung Tak Perlu Didekatkan ke Wajan, Omzet Pun Meningkat

Regional
Komunitas 'Sampah Cantik' Tasikmalaya Sulap Sungai Kumuh Jadi Taman Warna Warni

Komunitas "Sampah Cantik" Tasikmalaya Sulap Sungai Kumuh Jadi Taman Warna Warni

Regional
Tiga Anak di Bawah Umur Jadi Pelaku Curanmor, Satu di Antaranya Residivis

Tiga Anak di Bawah Umur Jadi Pelaku Curanmor, Satu di Antaranya Residivis

Regional
Seorang Remaja Tewas Tersambar Petir dalam Pertandingan Sepak Bola

Seorang Remaja Tewas Tersambar Petir dalam Pertandingan Sepak Bola

Regional
Pagi Ini di Tol Cipularang Diberlakukan Pemisahaan Lajur Mulai KM 118+800 hingga KM 118+500

Pagi Ini di Tol Cipularang Diberlakukan Pemisahaan Lajur Mulai KM 118+800 hingga KM 118+500

Regional
'Sekarang Hanya Doa yang Bisa Pecahkan Masalah Air di Batam'

"Sekarang Hanya Doa yang Bisa Pecahkan Masalah Air di Batam"

Regional
Terbukti Nikahi Siri Istri Orang Komandan TNI di Medan Divonis 8 Bulan Penjara, Pelapor Kecewa

Terbukti Nikahi Siri Istri Orang Komandan TNI di Medan Divonis 8 Bulan Penjara, Pelapor Kecewa

Regional
Sabu 8,5 Kg dari Malaysia Dikirim Melalui Lion Parcel ke Batam, Dicegat di Babel

Sabu 8,5 Kg dari Malaysia Dikirim Melalui Lion Parcel ke Batam, Dicegat di Babel

Regional
Luwu Utara Anggarkan Rp 11 Miliar untuk Perbaiki Jalan Patila-Munte

Luwu Utara Anggarkan Rp 11 Miliar untuk Perbaiki Jalan Patila-Munte

Regional
Kisah Sarlan, Dirawat Ibu Gangguan Jiwa dan Alami Gizi Buruk

Kisah Sarlan, Dirawat Ibu Gangguan Jiwa dan Alami Gizi Buruk

Regional
LPSK Kunjungi DPRD Jember, Dalami Informasi Perlindungan Tersangka Korupsi

LPSK Kunjungi DPRD Jember, Dalami Informasi Perlindungan Tersangka Korupsi

Regional
Kasus Stunting Tinggi di NTB, Posyandu Harus Jadi Ujung Tombak Pencegahan

Kasus Stunting Tinggi di NTB, Posyandu Harus Jadi Ujung Tombak Pencegahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X