Ridwan Saidi Sebut Sriwijaya Kerajaan Fiktif, Budayawan Sumsel Bikin Video Tandingan

Kompas.com - 06/09/2019, 23:11 WIB
Kanal kuno peninggalan zaman Kerajaan Sriwijaya menjadi bagian dalam pertunjukan teatrikal Pelayaran Bersejarah Kerajaan Sriwijaya pada pembukaan Festival Sriwijaya di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (16/6/2014) malam. Festival yang digelar hingga 22 Juni itu diselenggarakan di situs pusat Kerajaan Sriwijaya dengan maksud memperkenalkan kembali dan melestarikan sejarah Sriwijaya. KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUMKanal kuno peninggalan zaman Kerajaan Sriwijaya menjadi bagian dalam pertunjukan teatrikal Pelayaran Bersejarah Kerajaan Sriwijaya pada pembukaan Festival Sriwijaya di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (16/6/2014) malam. Festival yang digelar hingga 22 Juni itu diselenggarakan di situs pusat Kerajaan Sriwijaya dengan maksud memperkenalkan kembali dan melestarikan sejarah Sriwijaya.

PALEMBANG, KOMPAS.com- Yayasan Tandi Pulau yang merupakan kelompok Budayawan di Sumatera Selatan membuat video tandingan untuk mematahkan pernyataan Ridwan Saidi yang menyebutkan jika kerajaan Sriwijaya fiktif.

Video itu diupload di kanal Youtube bernama Jelajah Sumsel. Ada dua video yang menanggapi pernyataan Ridwan Saidi.

Video pertama yang diunggah pada (2/9/2019) dengan durasi 8  menit 34 detik, ketua Yayasan Tandi Pulau Doktor Erwan Suryanegara memberikan tanggapan soal keberadaan Sriwijaya.

Sementara, pada video kedua yang diunggah pada (5/9/2019) pemerhati serat ulu dan aksara Kaganga Sumatera Selatan, Ahmad Rapanie Igama bersama Arkeolog  dari Balai Arkeologi Sumsel Retno Purwati juga ikut memberikan penjelasan.

Baca juga: Raden Fatah Disebut Yahudi, Warga Demak Demo Tuntut Ridwan Saidi Minta Maaf

Tunggu tanggapan Ridwan Saidi

Ketua Yayasan Tandi Pulau Doktor Erwan Suryanegara ketika dikonfirmasi mengatakan, setelah video tersebut diunggah, mereka akan menunggu selama satu pekan untuk melihat tanggapan dari Ridwan Saidi.

"Kita tunggu tanggapan mereka (Ridwan Saidi), karena video kita itu menanggapi video mereka,"kata Erwan saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (6/9/2019).

Mengenai langkah hukum yang akan dilakukan, pihak dari yayasan Tandi Pulau akan lebih dulu menunggu respon dari pihak Ridwan.

"Kita masih tunggu respon mereka seperti apa," ujarnya.

Baca juga: Arkelog Senior Minta Video Ridwan Saidi Soal Sriwijaya Fiktif Dihapus

Ridwan Saidi mengaku pelajari Sriwijaya selama 30 tahun

Diberitakan sebelumnya, pernyataan Ridwan Saidi yang menyebutkan kerajaan Sriwijaya adalah fiktif viral di media sosial. 

Video pernyataan itu viral setelah diunggah di kanal YouTube Macan Idealis. Dalam video yang diunggah pada 23 Agustus 2019 tersebut, Ridwan Saidi secara tegas menyebutkan bahwa kerajaan Sriwijaya adalah fiktif.

Halaman:


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Spot-spot dan Waktu yang Tepat untuk Nikmati Pemandangan Negeri di Atas Awan

Spot-spot dan Waktu yang Tepat untuk Nikmati Pemandangan Negeri di Atas Awan

Regional
Cerita di Balik Tabrakan Maut Bus Rosalia, 8 Orang Tewas hingga Sopir Jadi Tersangka

Cerita di Balik Tabrakan Maut Bus Rosalia, 8 Orang Tewas hingga Sopir Jadi Tersangka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Negeri di Atas Awan Gunung Luhur | Kunjungi Lokasi Kebakaran di Riau, Jokowi Pakai Mobil Rental

[POPULER NUSANTARA] Negeri di Atas Awan Gunung Luhur | Kunjungi Lokasi Kebakaran di Riau, Jokowi Pakai Mobil Rental

Regional
Kontak Senjata TNI-OPM Tewaskan 3 Warga, Ini Penjelasan Kodam XVII/Cenderawasih

Kontak Senjata TNI-OPM Tewaskan 3 Warga, Ini Penjelasan Kodam XVII/Cenderawasih

Regional
Peluang Gibran Jadi Wali Kota Solo, Hasil Survei  hingga Prioritaskan Kader PDIP

Peluang Gibran Jadi Wali Kota Solo, Hasil Survei hingga Prioritaskan Kader PDIP

Regional
Fakta Baru Ledakan di Mako Brimob Jateng, Tempat Penyimpanan Belum Ideal hingga Belum Diketahui Penyebabnya

Fakta Baru Ledakan di Mako Brimob Jateng, Tempat Penyimpanan Belum Ideal hingga Belum Diketahui Penyebabnya

Regional
Gara-gara Kabut Asap, Ustaz Abdul Somad Batal Terbang ke Anambas

Gara-gara Kabut Asap, Ustaz Abdul Somad Batal Terbang ke Anambas

Regional
Cerita Petugas BPBD 'Ditegur' Beruang Saat Cari Air untuk Padamkan Karhutla di Riau

Cerita Petugas BPBD "Ditegur" Beruang Saat Cari Air untuk Padamkan Karhutla di Riau

Regional
Perjuangan Warga Saat Kekeringan, Lewati Bukit, Ambil Air yang Mengalir di Bebatuan

Perjuangan Warga Saat Kekeringan, Lewati Bukit, Ambil Air yang Mengalir di Bebatuan

Regional
8 Bank di Jateng Ditutup karena Lakukan Praktik Perbankan Tak Sehat

8 Bank di Jateng Ditutup karena Lakukan Praktik Perbankan Tak Sehat

Regional
Viral Video Warga Seberangi Sungai Naik Motor Ala 'Flying Fox', Begini Ceritanya

Viral Video Warga Seberangi Sungai Naik Motor Ala "Flying Fox", Begini Ceritanya

Regional
Cerita di Balik Negeri di Atas Awan, Ditemukan Pekerja hingga Akan Dibangun Masjid

Cerita di Balik Negeri di Atas Awan, Ditemukan Pekerja hingga Akan Dibangun Masjid

Regional
Fakta Polisi Gerebek Pabrik Mie Formalin di Cianjur, Sudah Beroperasi 2 Tahun hingga Sehari Produki 300 Kg

Fakta Polisi Gerebek Pabrik Mie Formalin di Cianjur, Sudah Beroperasi 2 Tahun hingga Sehari Produki 300 Kg

Regional
Hendak Bermain, Bocah di Bogor Digigit Monyet Liar hingga Luka-luka

Hendak Bermain, Bocah di Bogor Digigit Monyet Liar hingga Luka-luka

Regional
Detik-detik Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua

Detik-detik Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X