Disdik Sumsel Sesalkan Pihak SMA Taruna Tutupi Status Pembunuh DBJ

Kompas.com - 16/07/2019, 15:48 WIB
Rekontruksi kasus penganiayaan siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia yang menyebabkan DBJ (14) tewas saat mengikuti kegiatan orientasi. Dalam kasus tersebu Obby sebagai pembin telah ditetapkan polisi sebagai tersangka. KOMPAS.com/AJI YK PUTRARekontruksi kasus penganiayaan siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia yang menyebabkan DBJ (14) tewas saat mengikuti kegiatan orientasi. Dalam kasus tersebu Obby sebagai pembin telah ditetapkan polisi sebagai tersangka.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Widodo menyesalkan tindakan pihak SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia lantaran menutupi banyak hal kepada Dinas Pendidikan saat investigasi tewasnya siswa di SMA tersebut. 

Salah satunya adalah status tersangka Obby Frisman Artaku (24), pembina sekolah yang menganiaya DBJ, siswa SMA Taruna hingga tewas saat orientasi.

Widodo menyebut pihak sekolah menutupi Obby ternyata adalah pembina baru.

“Dari awal komitmen kita harus buka seterang-terangnya untuk bisa kita benahi, khususnya berbagai bentuk kekerasan baik fisik maupun mental. Saya harap ini jadi pelajaran sangat berharga baik bagi SMA Taruna Indonesia sendiri maupun sekolah lain agar benar-benar memastikan di sekolahnya bebas bully verbal dan kekerasan fisik,” ujar Widodo, Selasa (16/7/2019).

Baca juga: 6 Fakta Tewasnya Siswa SMA Taruna Palembang, Dianiaya Pembina hingga Kepala Dipukul Bambu

Dinas Pendidikan Sumatera Selatan akan menyelidiki kompetensi Obby sebagai guru pembina di SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Widodo mengatakan, tindakan yang dilakukan Obby sebagai pembina kepada siswa melebihi prosedur.

“Kalau benar OF baru seminggu masuk kerja di SMA Taruna, maka ini sepertinya mengarah tindakan melebihi prosedur. Kita harus dalami lagi kebenaran OF kapan mulai kerja di SMA tersebut," ujar Widodo.

Kemajuan penyelidikan ini juga menjadi bahan Disdik untuk mendalami hal-hal yang terkait dengan keberadaan dan status OF di sekolah.

Di antaranya apakah Obby pernah mendapat pembinaan atau arahan tugas pokok dan fungsinya oleh pimpinan sekolah, serta batas-batas kewenangan selaku pembina

Widodo menjelaskan, penerapan sistem pendidikan semi militer di sekolah tersebut memang dilakukan untuk membentuk karakter, mental, serta fisik para siswa menjadi kuat.

Sebab, hampir seluruh wali siswa serta siswa jika selesai menempuh jenjang pendidikan di sana ingin bergabung ke sekolah Akademi Militer maupun Akademi Kepolisian.

“Perlu ada jembatan, area abu-abu menyiapkan fisik dan mental lulusan SMP terbiasa di lingkungan SMA Taruna. Makanya penyiapan sekolah ini oleh panitia mengarah ke situ. Hasil wawancara saya dengan pihak sekolah, tidak ada situasi yang mengarah kekerasan,” jelasnya.

Baca juga: Penganiaya Siswa SMA Taruna hingga Tewas Baru Sepekan Jadi Pembina

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia, Tarmizi Endrianto mengatakan, Obby mengajukan lamaran pekerjaan beberapa bulan lalu.

Setelah itu Obby dipanggil untuk bekerja sebagai pembina di sekolah.

"Statusnya sebagai pegawai baru seminggu bekerja,"kata Tarmizi.

Disinggung soal kompetensi Obby sebagai bidang pembina, Tarmizi enggan berkomentar.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Regional
KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

Regional
Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Regional
Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Regional
Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Regional
Faktor Umur, Neneng, Gajah Berusia 55 Tahun di Kebun Binatang Medan Mati

Faktor Umur, Neneng, Gajah Berusia 55 Tahun di Kebun Binatang Medan Mati

Regional
18 TKI Ilegal Gagal ke Malaysia Akibat Kapalnya Tenggelam, 9 Orang Masih Dicari

18 TKI Ilegal Gagal ke Malaysia Akibat Kapalnya Tenggelam, 9 Orang Masih Dicari

Regional
2 Hari Diguyur Hujan Deras, Kabupaten Lahat dan Empat Lawang Diterjang Banjir dan Longsor

2 Hari Diguyur Hujan Deras, Kabupaten Lahat dan Empat Lawang Diterjang Banjir dan Longsor

Regional
Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Selama 2 Tahun, Ini Alasannya Baru Terungkap

Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Selama 2 Tahun, Ini Alasannya Baru Terungkap

Regional
Keraton Agung Sejagat dan Pentingnya Critical Thinking

Keraton Agung Sejagat dan Pentingnya Critical Thinking

Regional
Kurangi Angka Kebutaan akibat Katarak, Dompet Dhuafa Selenggarakan Operasi Gratis

Kurangi Angka Kebutaan akibat Katarak, Dompet Dhuafa Selenggarakan Operasi Gratis

Regional
Tak Ada Bukti Curi Helm, Pria Linglung di Bali Tewas Dikeroyok Warga

Tak Ada Bukti Curi Helm, Pria Linglung di Bali Tewas Dikeroyok Warga

Regional
Sempat Melepas Baju Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Pelaku Bantah Lakukan Pencabulan

Sempat Melepas Baju Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Pelaku Bantah Lakukan Pencabulan

Regional
15 Mahasiswa Aceh Terisolasi karena Virus Corona, Plt Gubernur: Tak Ada yang Terpapar

15 Mahasiswa Aceh Terisolasi karena Virus Corona, Plt Gubernur: Tak Ada yang Terpapar

Regional
Rakit Senjata di Asrama dan Kirim 3.000 Amunisi ke Tangerang, Pria Makassar Ditangkap

Rakit Senjata di Asrama dan Kirim 3.000 Amunisi ke Tangerang, Pria Makassar Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X