Prada DP Pembunuh Fera Oktaria Kabur ke Padepokan Setelah Jual Sepeda Motor Korban

Kompas.com - 24/06/2019, 18:25 WIB
Prada DP ketika berada di Denpom II Sriwijaya, Jumat (14/6/2019). Prada DP diketahui menjadi terduga pelaku pembunuhan terhadap Fera. KOMPAS.com/AJI YK PUTRAPrada DP ketika berada di Denpom II Sriwijaya, Jumat (14/6/2019). Prada DP diketahui menjadi terduga pelaku pembunuhan terhadap Fera.

PALEMBANG, KOMPAS.com- Detasemen Polisi Militer Kodam II Sriwijaya akan melimpahkan berkas pemeriksaan Prada DP kepada pengadilan militer pekan depan setelah pemeriksaan selesai dilakukan.

Komandan Polisi Militer Kodam (Danpomdam) II Sriwijaya Kolonel CPM Donald Siagian mengatakan, penyidikan saat ini masih terus dilakukan untuk mengembangkan kasus pembunuhan serta mutilasi yang dilakukan prada DP.

Hasilnya, sepeda motor Fera Oktaria (21) yang menjadi korban pembunuhan Prada DP akhirnya ditemukan penyidik di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan yang berjarak sekitar 2 jam dari lokasi kejadian.


"Kami sudah koordinasi dengan Pengadilan Militer. Prada DP prioritas utama untuk disidangkan. Minggu depan diharapkan sudah dilimpahkan," kata Donald, Senin (24/6/2019).

Baca juga: Polisi Tak Temukan Sperma Maupun Tanda Kehamilan di Jenazah Fera Oktaria

Donald menerangkan, sepeda motor korban dijual tersangka usai membunuh Fera. Bahkan, fisik motor itu telah diubah oleh pelaku menjadi berwarna hitam.

Uang hasil penjualan itu pun digunakan Prada DP untuk berangkat ke Serang menuju padepokan sebagai tempat persembunyiannya.

Namun, satu bulan berada di padepokan, penyidik akhirnya mengetahui keberadaan Prada DP hingga ia pun ditangkap.

Prada DP dari pemeriksaan awal sempat mengaku membunuh korban karena dipaksa untuk menikah. Namun, pernyataan itu dibantah oleh pihak keluarga. Bahkan, hasil uji labfor pun tak menunjukkan adanya tanda kehamilan yang dialami oleh Fera Oktaria.

"Banyak temuan-temuan baru, kita terus koordinasi dengan polisi maupun pihak keluarga korban,"ujarnya.

Baca juga: 5 Fakta Prada DP Mutilasi Kekasihnya Fera, Diduga Hamil hingga Tak Mengaku Anggota TNI

Sebelumnya, penyidik Polda Sumatera Selatan membantah pernyataan dari Prada DP yang mengaku didesak menikah oleh Fera Oktaria lantaran telah mengandung selama dua bulan, hingga akhirnya ia membunuh pacarnya tersebut.

Kepastian itu terlihat dari hasil visum penyidik Polda Sumsel di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, saat jenazah Fera ditemukan tewas.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, dari hasil visum tak ditemukan  baik bercak bekas sperma maupun tanda kehamilan di tubuh Fera.

Supriadi pun yakin jika pernyataan yang diutarakan oleh Prada DP merupakan alibi dari tersangka.

"Tidak ada tanda kehamilan, dari visum itu bisa dilihat. Nyatanya memang bekas sperma atau hamil juga tidak ada,"kata Supriadi, saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (14/6/2019).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Polisi hingga Sipir Lapas Malah Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional, Ini Kata Pakar

Oknum Polisi hingga Sipir Lapas Malah Jadi Kurir Narkoba Jaringan Internasional, Ini Kata Pakar

Regional
Sejak Ada Robot Pembuat Telur Dadar, Wajah Ibu Agung Tak Perlu Didekatkan ke Wajan, Omzet Pun Meningkat

Sejak Ada Robot Pembuat Telur Dadar, Wajah Ibu Agung Tak Perlu Didekatkan ke Wajan, Omzet Pun Meningkat

Regional
Komunitas 'Sampah Cantik' Tasikmalaya Sulap Sungai Kumuh Jadi Taman Warna Warni

Komunitas "Sampah Cantik" Tasikmalaya Sulap Sungai Kumuh Jadi Taman Warna Warni

Regional
Tiga Anak di Bawah Umur Jadi Pelaku Curanmor, Satu di Antaranya Residivis

Tiga Anak di Bawah Umur Jadi Pelaku Curanmor, Satu di Antaranya Residivis

Regional
Seorang Remaja Tewas Tersambar Petir dalam Pertandingan Sepak Bola

Seorang Remaja Tewas Tersambar Petir dalam Pertandingan Sepak Bola

Regional
Pagi Ini di Tol Cipularang Diberlakukan Pemisahaan Lajur Mulai KM 118+800 hingga KM 118+500

Pagi Ini di Tol Cipularang Diberlakukan Pemisahaan Lajur Mulai KM 118+800 hingga KM 118+500

Regional
'Sekarang Hanya Doa yang Bisa Pecahkan Masalah Air di Batam'

"Sekarang Hanya Doa yang Bisa Pecahkan Masalah Air di Batam"

Regional
Terbukti Nikahi Siri Istri Orang Komandan TNI di Medan Divonis 8 Bulan Penjara, Pelapor Kecewa

Terbukti Nikahi Siri Istri Orang Komandan TNI di Medan Divonis 8 Bulan Penjara, Pelapor Kecewa

Regional
Sabu 8,5 Kg dari Malaysia Dikirim Melalui Lion Parcel ke Batam, Dicegat di Babel

Sabu 8,5 Kg dari Malaysia Dikirim Melalui Lion Parcel ke Batam, Dicegat di Babel

Regional
Luwu Utara Anggarkan Rp 11 Miliar untuk Perbaiki Jalan Patila-Munte

Luwu Utara Anggarkan Rp 11 Miliar untuk Perbaiki Jalan Patila-Munte

Regional
Kisah Sarlan, Dirawat Ibu Gangguan Jiwa dan Alami Gizi Buruk

Kisah Sarlan, Dirawat Ibu Gangguan Jiwa dan Alami Gizi Buruk

Regional
LPSK Kunjungi DPRD Jember, Dalami Informasi Perlindungan Tersangka Korupsi

LPSK Kunjungi DPRD Jember, Dalami Informasi Perlindungan Tersangka Korupsi

Regional
Kasus Stunting Tinggi di NTB, Posyandu Harus Jadi Ujung Tombak Pencegahan

Kasus Stunting Tinggi di NTB, Posyandu Harus Jadi Ujung Tombak Pencegahan

Regional
Misteri Matinya Gajah Neneng di Medan Zoo, karena Tua atau karena Sering Ditunggangi?

Misteri Matinya Gajah Neneng di Medan Zoo, karena Tua atau karena Sering Ditunggangi?

Regional
Gempa 5,5 Magnitudo di Maluku Barat Daya, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa 5,5 Magnitudo di Maluku Barat Daya, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X