Selain Benci, Polisi Duga Ada Motif Asmara dalam Kasus Pembunuhan Calon Pendeta di OKI

Kompas.com - 28/03/2019, 16:19 WIB
Jenazah MZ calon pendeta yang tewas dibunuh saat tiba di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (26/3/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAJenazah MZ calon pendeta yang tewas dibunuh saat tiba di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (26/3/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Pemeriksaan H dan N, dua pelaku pembunuhan terhadap MZ (24) yang merupakan calon pendeta di Kabupaten Ogan Komering Ilir ( OKI), Sumatera Selatan saat ini terus berlanjut.

Kabar terbaru dari pemeriksaan tersebut, motif asmara juga disebut menjadi pemicu terjadinya kasus pembunuhan terhadap MZ oleh H dan N.

"Mereka sama-sama satu wilayah (Kabupaten OKI). Diduga ada motif asmara," kata Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi saat dikonfirmasi, Kamis (28/3/2019).

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Calon Pendeta di OKI Merupakan Buruh di Perkebunan Sawit

Namun, Supriadi belum bisa memberikan keterangan jelas motif asmara yang dimaksud karena masih dalam tahap pengembangan.

"Lebih lengkapnya besok, karena akan dirilis,"ujarnya.

H dan N merupakan buruh perkebunan sawit di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Keduanya ditangkap setelah petugas lebih dulu melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

Regional
Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Regional
Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Regional
Nekat Berkerumun di Kawasan Area Publik di Solo, Siap-siap Swab di Tempat

Nekat Berkerumun di Kawasan Area Publik di Solo, Siap-siap Swab di Tempat

Regional
Kabur Setelah 2 Kali Cabuli Anak Tirinya, Pria Ini Ditangkap di Jakarta

Kabur Setelah 2 Kali Cabuli Anak Tirinya, Pria Ini Ditangkap di Jakarta

Regional
Kasus Dugaan Prostitusi, Artis H Disebut Terima Puluhan Juta Rupiah

Kasus Dugaan Prostitusi, Artis H Disebut Terima Puluhan Juta Rupiah

Regional
BEM Malang Raya Demo ke Balai Kota Tuntut Pemotongan Biaya Kuliah

BEM Malang Raya Demo ke Balai Kota Tuntut Pemotongan Biaya Kuliah

Regional
Jadi Tersangka, Anggota DPRD Penjamin Pengambilan Jenazah Pasien Covid-19 Belum Ditahan

Jadi Tersangka, Anggota DPRD Penjamin Pengambilan Jenazah Pasien Covid-19 Belum Ditahan

Regional
Zona Hijau di Riau Tinggal Satu Kabupaten, Ini Kunci Keberhasilannya

Zona Hijau di Riau Tinggal Satu Kabupaten, Ini Kunci Keberhasilannya

Regional
Kepala Dinas P5A Surabaya Meninggal, Sempat Dinyatakan Positif Covid-19

Kepala Dinas P5A Surabaya Meninggal, Sempat Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Ditetapkan Tersangka, Anggota DPRD Makassar Penjamin Pengambilan Jenazah Covid-19 Terancam 7 Tahun Penjara

Ditetapkan Tersangka, Anggota DPRD Makassar Penjamin Pengambilan Jenazah Covid-19 Terancam 7 Tahun Penjara

Regional
Banjir di Sintang, Puluhan Rumah Rusak dan Jembatan Gantung Putus

Banjir di Sintang, Puluhan Rumah Rusak dan Jembatan Gantung Putus

Regional
Kasus Positif Covid-19 di 3 Kantor Media, Pemkot Surabaya: Kita Lakukan Tracing

Kasus Positif Covid-19 di 3 Kantor Media, Pemkot Surabaya: Kita Lakukan Tracing

Regional
Dekat dengan Semarang, 3 Kecamatan di Kendal Tinggi Kasus Covid-19

Dekat dengan Semarang, 3 Kecamatan di Kendal Tinggi Kasus Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X