6 Fakta Pembunuhan Calon Pendeta di OKI, Diduga Diperkosa Sebelum Dibunuh hingga Berencana untuk Menikah

Kompas.com - 27/03/2019, 09:45 WIB
Jenazah MZ calon pendeta yang tewas dibunuh saat tiba di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (26/3/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAJenazah MZ calon pendeta yang tewas dibunuh saat tiba di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (26/3/2019).

KOMPAS.com — Seorang perempuan calon pendeta berinisial MZ (24) ditemukan tewas tanpa busana di tengah perkebunan sawit di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Senin (25/3/2019).

Dari hasil penyelidikan sementara, sebelum tewas, MZ dihadang oleh dua pelaku menggunakan topeng saat pulang dari pasar. MZ diduga tewas setelah dicekik dan diperkosa oleh pelaku.

Polisi masih mendalami keterangan NP (9), seorang pelajar, yang saat itu bersama korban. NP saat ini masih menjalani perawatan karena trauma pasca-kejadian tersebut.

Baca fakta lengkapnya:

1. Korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana di tengah kebun sawit

IlustrasiTHINKSTOCK Ilustrasi

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan (Sumsel) Kombes Pol Supriadi mengatakan, MZ diduga dibunuh dengan cara dicekik oleh pelaku. Polisi juga menduga pelaku sempat memerkosa korban.

"Korban ditemukan dalam keadaan tidak menggunakan celana dan baju bagian atas terbuka. Dugaannya sempat diperkosa, tapi akan diperiksa lagi," kata Supriadi, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (26/3/2019).

Supriadi mengatakan, kedua tangan korban juga diikat pelaku dengan ban dalam motor. 

Baca Juga: Kronologi Calon Pendeta di OKI Diduga Diperkosa dan Dibunuh

2. NP, satu korban selamat dari kekejian pelaku

IlustrasiWWW.PEXELS.COM Ilustrasi

Supriadi mengatakan, berdasarkan keterangan salah satu korban yang selamat dari aksi pelaku, NP, tangan NP juga diikat pelaku dengan ban dalam motor.

"Korban atas nama NP pingsan setelah dicekik oleh pelaku, tapi selamat setelah ditemukan warga. Kedua korban ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi masing-masing," ujarnya.

Saat ini NP masih menjalani perawatan karena mengalami trauma berat pasca-kejadian.

Baca Juga: Pendeta Ini Tewas Dibegal 2 Pemuda

3. Dua pelaku menggunakan topeng

IlustrasiTOTO SIHONO Ilustrasi

Berdasarkan keterangan NP, ia bersama MZ pada Senin (25/3/2019) sekitar pukul 16.30 WIB dihadang oleh dua orang yang mengenakan topeng saat melintas di kawasan Divisi 3.

Dua orang itu langsung menyeret mereka ke dalam areal kebun sawit dengan kondisi tangan diikat menggunakan ban motor bekas.

"Korban NP pingsan dan dibuang ke semak-semak. Sementara MZ tewas diduga dicekik," kata Supriadi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Supriadi melanjutkan, dua pelaku yang diduga melakukan aksi tersebut saat ini masih dalam pengejaran petugas.

Baca Juga: Pembunuhan Sadis Calon Pendeta di OKI, Pelaku Pakai Topeng hingga Murid Korban Selamat setelah Dikira Tewas

4. NP lolos setelah dikira telah meninggal

IlustrasiKOMPAS/TOTO SIHONO Ilustrasi

NP berhasil lolos dari maut setelah dirinya dikira sudah tewas setelah dicekik oleh dua pelaku pembunuhan MZ.

NP lalu dibuang di area perkebunan sawit dengan keadaan tangan dan kaki diikat karet ban dalam motor.

Arisman Manai, vikaris GKII Sungai Baung, rekan MZ, mengatakan, NP berlari seorang diri dalam kondisi ketakutan menuju ke gereja tanpa sandal sembari menangis. Saat itu, kaki dan tangan gadis kecil tersebut sempat diikat dan lehernya dicekik oleh para pelaku.

"Karena dikira sudah tewas setelah dicekik, NP ditinggal sendiri. Mungkin dapat mukjizat dari Tuhan, ternyata ikatan tangan korban lepas sehingga langsung kabur dan menuju gereja," kata Arisman saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Selasa (26/3/2019).

Baca Juga: Sebelum Tewas, Pelaku Pembunuhan Pendeta di OKI Diduga Sempat Perkosa Korban 

5. Korban akan menikah tiga bulan lagi

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

MZ diketahui berencana melepas masa lajang pada Juni 2019 dengan menikahi tunangannya di Pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara.

"Baru enam bulan bertugas di sini. Memang dia bilang bulan enam mau menikah dengan tunangannya di Nias," kata Arisman.

Baca Juga: Pendeta Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Perkebunan Sawit

6. Korban dicegat sepulang dari pasar

Ilustrasi olah TKPKOMPAS.com Ilustrasi olah TKP

Arisman mengatakan, MZ sedang menjalani ikatan dinas sebagai vikaris di Sungai Baung selama dua tahun.

Selama ini, MZ memang sering berbelanja ke pasar dengan mengajak muridnya di gereja. Lokasi tempat korban ditemukan memang terbilang sepi dan jauh dari gereja, berjarak sekitar empat kilometer.

"NP itu muridnya di gereja, memang sering dibawa ke pasar. Waktu ditemukan, tangan dan kakinya diikat semua, punggung korban luka lecet seperti diseret," ujarnya.

Baca Juga: Calon Pendeta yang Ditemukan Tewas Tanpa Busana di OKI Baru Pulang dari Pasar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Regional
Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Regional
Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Regional
Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Regional
Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Regional
Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Regional
Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Regional
Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Regional
Tak Ingin Ada OTT, Wakil Ketua KPK Minta Kepala Daerah di Maluku Tak Berbuat Tercela

Tak Ingin Ada OTT, Wakil Ketua KPK Minta Kepala Daerah di Maluku Tak Berbuat Tercela

Regional
Dalam Sepekan Terjadi 3 Kecelakaan di Lampung, 12 Orang Tewas

Dalam Sepekan Terjadi 3 Kecelakaan di Lampung, 12 Orang Tewas

Regional
Dedi Mulyadi: Susi Pudjiastuti Legenda Kelautan

Dedi Mulyadi: Susi Pudjiastuti Legenda Kelautan

Regional
Ayah 15 Kali Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur

Ayah 15 Kali Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur

Regional
Ratusan Pebalap Bakal Tanding di Banyuwangi International BMX 2019

Ratusan Pebalap Bakal Tanding di Banyuwangi International BMX 2019

Regional
Ratusan Makam Warga Keturunan Tionghoa Dibongkar untuk Pembangunan Rumah Sakit

Ratusan Makam Warga Keturunan Tionghoa Dibongkar untuk Pembangunan Rumah Sakit

Regional
Belasan Warga Cianjur Terjangkit Wabah DBD, 1 Orang Meninggal

Belasan Warga Cianjur Terjangkit Wabah DBD, 1 Orang Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X