Selama September, 3.756 Anak Balita Terkena ISPA akibat Kabut Asap

Kompas.com - 12/10/2018, 17:23 WIB
Kepala Dinas Kesehatan kota Palembang dr Letiziah KOMPAS.com/ Aji YK PutraKepala Dinas Kesehatan kota Palembang dr Letiziah

PALEMBANG, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan kota Palembang, Sumatera Selatan, mencatat, sebanyak 3.756 anak di bawah lima tahun (balita) terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut ( ISPA) akibat kebakaran hutan yang terjadi sepanjang 2018.

Angka penderita ISPA mengalami peningkatan drastis dibandingkan pada Agustus kemarin yang tercatat 3.619 anak balita.

Sedangkan pada Mei 2018, penderita ISPA untuk anak balita sebanyak 5.406 orang, kemudian menurun di bulan berikutnya menjadi 4.564 orang. Pengidap ISPA kembali bertambah pada Juli 2018 di angka 4.772 orang.

Sementara, untuk pengidap ISPA yang dialami anak di atas lima tahun dan dewasa juga masih tinggi. Pada Mei 2018 tercatat 9.506 orang mengidap ISPA, sedangkan pada Juni berkurang menjadi 8.140 orang, Juli di angka 8.167 orang, Agustus berjumlah 6.749 orang, dan pada September 2018 menurun di angka 5.754 orang.

Baca juga: Usai Ancaman Kabut Asap, Kini Palembang Dihantui Banjir

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Letiziah menjelaskan, meski terbilang tinggi, angka bayi penderita ISPA cenderung menurun dibandingkan tahun kemarin.

Letiziah pun tak menampik bahwa para penderita ISPA di Palembang akibat terpapar kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang mencemari udara.

“Daya tahan tubuh balita lebih rentan terkena ISPA dibandingkan orang dewasa, sehingga hampir seluruh pengidap adalah bayi dan balita,” kata Letiziah, Jumat (12/10/2018).

Selain itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palembang, dr Fauziah mengungkapkan, tak hanya ISPA yang dialami bayi dan balita akibat kabut asap.

Penderita pneumonia atau penyakit tingkatan dari ISPA berupa infeksi paru-paru basah yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru juga mengalami peningkatan.

Pada Mei hingga September 2018 sebanyak 150 anak balita mengalami pneumonia.

“Untuk balita jumlahnya dua kali lipat dari dewasa yang tersebar di seluruh kecamatan di Palembang," ungkap Fauziah.

Baca juga: Waspada, Udara Palembang Mulai Tercemar Kabut Asap

Fauziah pun mengimbau warga serta orangtua untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu penting selama kabut asap. Selain itu, konsumsi buah-buahan dan makanan berprotein juga disarankan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

“Kalau ada gejala demam, sakit menelan, dan pernapasan terganggu, Disarankan untuk langsung melakukan cek kesehatan sehingga bisa dicegah sejak dini jika terkena ISPA,” imbuhnya.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Diminta Tak Besuk Bayi 4 Bulan yang Baru Sembuh dari Covid-19

Warga Diminta Tak Besuk Bayi 4 Bulan yang Baru Sembuh dari Covid-19

Regional
UPDATE: 1 PDP Meninggal di Mimika, Diduga Terpapar Klaster Lembang

UPDATE: 1 PDP Meninggal di Mimika, Diduga Terpapar Klaster Lembang

Regional
APD Langka, Dinkes Sukoharjo Bagikan Jas Hujan untuk Tenaga Medis

APD Langka, Dinkes Sukoharjo Bagikan Jas Hujan untuk Tenaga Medis

Regional
Ekonomi Semarang Lesu, Wali Kota Hendi Diskon Tarif PDAM dan Gratiskan Retribusi

Ekonomi Semarang Lesu, Wali Kota Hendi Diskon Tarif PDAM dan Gratiskan Retribusi

Regional
Baru Selesai Dibangun, RS Ini Langsung Disiapkan untuk Tampung Pasien Covid-19

Baru Selesai Dibangun, RS Ini Langsung Disiapkan untuk Tampung Pasien Covid-19

Regional
Rumah Sakit Khusus Corona Pulau Galang Resmi Beroperasi, Diutamakan untuk TKI dari Malaysia dan Singapura

Rumah Sakit Khusus Corona Pulau Galang Resmi Beroperasi, Diutamakan untuk TKI dari Malaysia dan Singapura

Regional
UIN Walisongo Nobatkan Wali Kota Hendi sebagai Tokoh Peduli Lingkungan

UIN Walisongo Nobatkan Wali Kota Hendi sebagai Tokoh Peduli Lingkungan

Regional
UPDATE: Tambahan 2 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 10 Orang

UPDATE: Tambahan 2 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 10 Orang

Regional
3 OTG Dinyatakan Positif Corona di Malang, Jalani Isolasi Mandiri

3 OTG Dinyatakan Positif Corona di Malang, Jalani Isolasi Mandiri

Regional
Harga Ayam Potong Anjlok, Peternak di Sumsel Terancam Gulung Tikar

Harga Ayam Potong Anjlok, Peternak di Sumsel Terancam Gulung Tikar

Regional
Heboh Nelayan di Maluku Utara Kubur Ikan Tuna 2 Ton Hasil Tangkapan, Ini Penyebabnya

Heboh Nelayan di Maluku Utara Kubur Ikan Tuna 2 Ton Hasil Tangkapan, Ini Penyebabnya

Regional
Selama Pandemi Corona, 24.551 Warga di Kota Tegal Bakal Terima Bantuan

Selama Pandemi Corona, 24.551 Warga di Kota Tegal Bakal Terima Bantuan

Regional
UPDATE: 40 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Tambahan 2 dari Surabaya

UPDATE: 40 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Tambahan 2 dari Surabaya

Regional
Sepekan Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Ini Akhirnya Dievakuasi

Sepekan Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Ini Akhirnya Dievakuasi

Regional
2 Warga Manado Positif Corona, Punya Riwayat Perjalanan ke Luar Negeri

2 Warga Manado Positif Corona, Punya Riwayat Perjalanan ke Luar Negeri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X