Butuh Biaya Pernikahan Anak, Kakek Ini Jadi Kurir 1 Kilogram Sabu

Kompas.com - 03/09/2018, 17:08 WIB
Nazir Ben Syam alias Nek (63) warga Dusun Cit Giti Kelurahan Lapang Timur, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireun Aceh yang menjadi tersangka atas penyelundupan sabu sebanyak satu kilogram ke Palembang, Sumatera Selatan, Senin (3/9/2018)
KOMPAS.com/ Aji YK Putra Nazir Ben Syam alias Nek (63) warga Dusun Cit Giti Kelurahan Lapang Timur, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireun Aceh yang menjadi tersangka atas penyelundupan sabu sebanyak satu kilogram ke Palembang, Sumatera Selatan, Senin (3/9/2018)

PALEMBANG, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan mengungkap kasus penyelundupan narkoba jenis sabu yang dilakukan seorang petani asal Aceh.

Pelaku bernama Nazir Ben Syam alias Nek (63), warga Dusun Cit Giti, Kelurahan Lapang Timur, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireun Aceh.

Kakek renta ini mengaku nekat membawa sabu dari Aceh ke Palembang lantaran tergiur upah sebesar Rp 32 juta.


Kebutuhan mendesak untuk biaya pernikahan anaknya membuat Nek gelap mata hingga akhirnya menuruti perintah bandar yang ada di Aceh.

“Baru dikasih uang Rp 1,9 juta. Jika berhasil akan dilunasi, saya dijanjikan diupah Rp 32 juta. Terpaksa saya jadi kurir karena untuk anak menikah,” kata Nek saat di Polda Sumsel, Senin (3/9/2018).

Sabu seberat satu kilogram itu dibawa Nek melalui jalur darat dengan menaiki mobil bus. Setelah tiba di loket bus di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Alang-Alang Lebar, petugas yang telah mendapatkan informasi adanya penyelundupan narkoba langsung menggeledah tas milik Nek.

Rebut Senjata Petugas, Bandar Narkoba di Sumsel Ditembak Mati

Di dalam tas ransel tersebut ditemukan sabu yang dibungkus dengan plastik teh China untuk mengelabui petugas.

“Di desa saya hanya petani dan baru kali ini menyelundupkan narkoba. Saya menyesal, tapi terpaksa karena untuk kebutuhan anak. Hasil dari bertani tak mencukupi,” ujar tersangka.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Farman mengatakan, saat ini mereka sedang melakukan pengembangan terhadap Nek untuk menangkap bandar yang ada di Palembang.

“Pengakuannya baru satu kali, tapi kita akan selidiki peran tersangka ini seperti apa di Aceh. Untuk yang di Palembang masih kita kejar,” kata Farman saat gelar perkara.

Diupah Rp 2,5 Juta, Riyan Nekat Antarkan Sabu ke Lapas Barelang

Nek kini harus mendekam di sel tahanan. Ia terancam dijerat Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Kejahatan Narkotika dengan kurungan minimal 20 tahun penjara.

Kompas TV Bacaleg ini ditangkap bersama dua rekannya saat sedang melakukan pesta narkoba barang bukti yang disita yakni sabu seberat 0,45 gram.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Bukannya Pidato, Ganjar Pilih Bermain Engklek

Bukannya Pidato, Ganjar Pilih Bermain Engklek

Regional
Pembatalan PNS Dokter Gigi Romi Telah Dikonsultasikan dengan Kemenpan RB dan Kemenkes

Pembatalan PNS Dokter Gigi Romi Telah Dikonsultasikan dengan Kemenpan RB dan Kemenkes

Regional
201 Perguruan Tinggi Swasta di Jabar dan Banten Belum Terakreditasi

201 Perguruan Tinggi Swasta di Jabar dan Banten Belum Terakreditasi

Regional
Cerita Warga Australia Traveling dengan Land Rover, Keliling Sejumlah Negara hingga Jatuh di Underpass Kentungan

Cerita Warga Australia Traveling dengan Land Rover, Keliling Sejumlah Negara hingga Jatuh di Underpass Kentungan

Regional
Wagub Uu Bagikan 300 Sertifikat Halal untuk Pelaku Usaha Kecil

Wagub Uu Bagikan 300 Sertifikat Halal untuk Pelaku Usaha Kecil

Regional
Video Detik-detik Land Rover dan Truk Terguling ke Lubang Proyek Underpass Kentungan

Video Detik-detik Land Rover dan Truk Terguling ke Lubang Proyek Underpass Kentungan

Regional
Sekolah Disegel, Ratusan Siswa SD di Bengkulu Belajar di Jalan

Sekolah Disegel, Ratusan Siswa SD di Bengkulu Belajar di Jalan

Regional
Soal Mediasi Antara Lisa Marlina dan Ni Luh Djelantik, Ini Kata Polisi

Soal Mediasi Antara Lisa Marlina dan Ni Luh Djelantik, Ini Kata Polisi

Regional
Mengingat Nazar Amien Rais Saat Pilpres 2014

Mengingat Nazar Amien Rais Saat Pilpres 2014

Regional
Lewat Anak Muda, Wali Kota Hendi Berhasil Tingkatkan IPM Kota Semarang

Lewat Anak Muda, Wali Kota Hendi Berhasil Tingkatkan IPM Kota Semarang

Regional
KPK Geledah Rumah Staf Gubernur Kepri Nonaktif di Batam

KPK Geledah Rumah Staf Gubernur Kepri Nonaktif di Batam

Regional
Akun Lisa Marlina Disebut Hina Warga Bali, Ni Luh Djelantik Resmi Lapor Polisi

Akun Lisa Marlina Disebut Hina Warga Bali, Ni Luh Djelantik Resmi Lapor Polisi

Regional
Sungai Surut, Petugas Sulit Padamkan Api yang Hanguskan 10 Rumah di Jambi

Sungai Surut, Petugas Sulit Padamkan Api yang Hanguskan 10 Rumah di Jambi

Regional
Hakim Tak Kunjung Datang, Nella Kharisma Batal Bersaksi di Sidang Kosmetik Ilegal

Hakim Tak Kunjung Datang, Nella Kharisma Batal Bersaksi di Sidang Kosmetik Ilegal

Regional
Penjelasan Pemerintah soal Dokter Gigi Romi yang Dibatalkan Jadi PNS karena Disabilitas

Penjelasan Pemerintah soal Dokter Gigi Romi yang Dibatalkan Jadi PNS karena Disabilitas

Regional
Close Ads X